TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Membina Hubungan Sekolah dengan
Masyarakat
dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah
Oleh
:
Bestary
Nabilla
1520105
Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Kelas : VII.4 PGSD
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN
SEKOLAH
A.
Pengertian Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Secara sederhana konsep hubungan sekolah dengan masyarakat tercantum dalam
Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. “Dalam
pasal 8 disebutkan bahwa masyarakat berhak untuk berperan serta dalam
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan” Kemudian “dalam pasal 9, masyarakat
bekewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan diatas, hubungan sekolah dengan
masyarakat merupakan hubungan timbal balik yang sinergis”.
Dimana keduanya tidak dapat berdiri sendiri
dalam penyelenggaraan pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal
memiliki tanggung jawab memberi pemahaman pada masyarakat tentang tujuan
sekolah, program, serta kebutuhan penyelenggaraan pendidikan. Sebaliknya
masyarakat memiliki tanggung jawab menyumbangkan sumber daya dalam hubungan
tersebut.
Disisi lain masyarakat memiliki otoritas untuk
berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program
pendidikan. Otoritas masyarakat tersebut dimaksudkan untuk memberi ruang pada
masyarakat mengkritisi pendidikan di sekolah, sehingga kebutuhan pendidikan
dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat. Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan jalinan interaksi yang
diupayakan oleh sekolah agar dapat diterima di tengah-tengah masyarakat untuk
mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat. Dan mengupayakan terjadinya
kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama,
atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan tersebut adalah untuk
mensuksekan program-program sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah tersebut
bisa tetap eksis.
B.
Bentuk Opersional Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Humas sebagai penghubung dari pihak sekolah dengan masyarakat harus selalu
dipelihara dengan baik karena sekolah akan selalu berhubungan dengan
masyarakat, tidak bisa lepas darinya sebagai partner sekolah dalam mencapai
kesuksesan sekolah itu sendiri. Prestise sekolah semakin tinggi di mata
masyarakat jika sekolah mampu melahirkan peserta didik yang cerdas,
berkepribadian dan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya dalam memajukan
masyarakat.hubungan ini di lakukan baik secara internal maupun secara eksternal. Tergantung
pada inisiatif dan kreatifitas sekolah, kondisi dan situasi, fasilitas sekolah
dan sebagainya
1.
Di bidang Sarana Akademik,
Tinggi rendahnya prestasi lulusan (kualitas maupun kuantitas), penelitian,
karya ilmiah (lokal, nasional, internasiona), jumlah dan tingkat kesarjanaan
pendidiknya, sarana dan prasarana akademik termasuk laboratorium dan
perpustakaan atau proses belajar mengajar, SB yang mutakhir serta teknologi
instruksional yang mendukung PBM, termasuk ukuran prestasi dan prestise-nya.
2.
Di bidang Sarana Pendidikan
Gedung atau bangunan sekolah termasuk ruang belajar, ruang praktikum,
kantor dan sebagainya beserta perabot atau mebeuler yang memadai akan memiliki
daya tarik tersendiri bagi popularitas sekolah.
3.
Di bidang Sosial
Partisipasi sekolah dengan masyarakat sekitarnya, seperti kerja bakti,
perayaan-perayaan hari besar nasional atau keagamaan, sanitasi dan sebagainya
akan menambah kesan masyarakat sekitar akan kepedulian sekolah terhadap
lingkungan sekitar sebagai anggota masyarakat yang senantiasa sadar lingkungan
demi baktinya terhadap pembangunan masyarakat
4.
Kegiatan Karya Wisata
Kegiatan karya wisata juga bisa dijadikan sarana hubungan sekolah dengan
masyarakat, seperti membawa spanduk serta atribut sekolah sampai keluar daerah
menyababkan nama sekolah dapat dikenal lebih luas sampai luar kota. Bahkan
tertib sopan santun para siswanya di perjalanan akan mendapat kesan tersendiri
dari masyarakat yang disinggahi dan dilaluinya.
5.
Kegiatan Olah Raga dan Kesenian
Juga dapat merupakan sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, misalnya
dalam porseni dan lomba antar sekolah akan membawa keunggulan sekolah dan
membawa nama harum sekolah tersebut.
6.
Menyediakan fasilitas sekolah untuk
kepentingan masyarakat sekitar sepanjang tidak mengganggu kelancaran PBM,
demikian sebaliknya fasilitas yang ada di masyarakat sekitarnya dapat digunakan
untuk kepentingan sekolah.
7.
Mengikutsertakan tokoh-tokoh masyarakat
dalam kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler sekolah, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Dan masih banyak lagi kegitan operasional hubungan
sekolah dengan masyarakat yang dikreasikan sesuai situasi, kondisi serta
kemampuan pihak-pihak terkait
C.
Jenis Kegiatan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
1. Kegiatan
Eksternal
Kegiatan ini selalu berhubungan atau ditujukan kepada instansi atasan dan
masyarakat di luar sekolah. Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan dalam hal
ini yakni:
a.
Indirect act adalah kegiatan hubungan
sekolah dengan masyar\akat melalui perantara media tertentu seperti misalnya:
informasi lewat televisi, penyebaran informasi lewat radio, penyebaran
informasi melalui media cetak, pameran sekolah dan berusaha independen dalam
penerbitan majalah atau buletin sekolah.
b.
Direct act adalah kegiatan hubungan
sekolah dengan masyarakat melalui tatap muka, misalnya: rapat bersama dengan
komitte sekolah, konsultasi dengan tokoh masyarakat, melayani kunjungan tamu
dan sebagainya.
2. Kegiatan Internal
Kegiatan ini merupakan publisitas ke dalam, sasarannya adalah warga sekolah
yang bersangkutan yaitu para pendidik, karyawan, dan peserta didik. Kegiatan
ini juga dapat dilakukan dengan dua kemungkinan yakni:
a.
Indirect act adalah kegiatan internal
melalui penyampaian informasi melalui surat edaran; penggunaan papan pengumuman
di sekolah; penyelenggaraan majalah dinding; menerbitkan buletin sekolah untuk
dibagikan pada warga sekolah; pemasangan iklan/pemberitahuan khusus melalui
media massa; dan kegiatan pentas seni.
b.
Direct act adalah kegiatan internal yang
dapat berupa: rapat dewan guru; upacara sekolah; karyawisata/rekreasi bersama;
dan penjelasan pada berbagai kesempatan
D.
Pentingnya Hubungan Sekolah dan Masyrakat
Hubungan antara sekolah dan masyarakat
meliputi :
1.
Sekolah adalah bagian yang integral dari
masyrakat, ia bukan merupakan lembaga yang terpisah dari masyarakat
2.
Hak hidup dan kelangsungan hidup
bergantung pada masyarakat
3.
Sekolah adalah lembaga sosial yang
berfingsi untuk melayani anggota-anggota masayarakat dalam bidang pendidikan
4.
Kemajuan sekolah dan kemajuan
masyarakjat saling berkorelasi, keduanya saling membutuhkan.
5.
Masyarakart adalah pemilik sekolah,
sekolah dan karana masyarakat membutuhkannya.
Pentingnya hubungan sekolah dengan
masyarakat :
a)
Sekolah merupakan lembaga pendidikan
yang harusanya mendididk generaasi muda untuk hidup di masyarakat
b)
Sekolah haruslah merupakan tempat
pembinaan dan pengembangan pengetahuan dan kebudayaan yang sesuai dan dihendaki
oleh masyarakat tempat sekolah itu didirikan.
c)
Sebaliknya, masyarakat harus membantu
dan bekerja sama dengan sekolah agar apa yang diperoleh dan dihasilkan sesuai
kehendak dan kebutuhan masyrakat.
d)
Mengikutsertakan masyarakat secara aktif
dalam usaha memecahkan permasalahan pendidikan
e)
Partisipasi, dukungan dan batuan secara
konkrit dari masyarakat baik berupa finansial, material untuk kelancaran
saekolah.
E.
Tujuan dan fungsi Hubungan Sekolah dan
Masyrakat
Tujuan hubungan sekolah dan masyarakat dapat dikelompokkan menjadi tiga
tujuan pokok, yaitu :
1) Mengambangkan
Mutu Belajar dan Petumbuhan Anak-Anak
Untuk mengembakangkan mutu belajar dan pertumbuhan anak-anak hendaknya
personil sekolah mengetahui benar-benar kondisi masyarkat lingkungan hidup
anak-anak yang sangat penting bagi program pendidikan. Kepala Sekolah dan
guru-guru hendaknaya mengikutsertakan masyarakat untuk dapat bekerja sama dan
memanfaatkan sumber-sumber di dalam masyarakat yang diperlukan untuk memperkaya
program sekolah. Selain itu mengembangkan mutu belajar sekolah hendaknya dapat
bekerja sama dengan organisasi-organisasi atau instansi-instansi lain di dalam
masyarakat, yang mempunyai tugas dan kepentingan yang sama terhadap pendidikan
anak-anak. Dan bahan pengajaran yang diberikan kepada peserta didik bukanlah
bahan yang statis dan usang, melainkan merupakan bahan yang fungsional dan
akurat bagi kebutuhan murid itu sekarang dan kehidupan akan datang.
2) Meningkatkan Tujuan dan
Mutu Kehidupan Masyarakat
Di dalam masyarakat yang demokratis, sekolah seyogayanya dapat menjadikan
dirinya sebagai pelopor dan pusat perkembangan bagi perubahan-perubahan
masyarakat dalam bidang ekonomi, kebudayaan, teknologi dan sebagai ke tingkat
yang tinggi. Bukan sekolah yang harus mengekor secara pasif kepada perkembangan
masyarakat, tetapi sebaliknya sekolahlah justru yang harus memelopori bagaimana
dan kemana masyarakat itu harus dikembangkan.
3) Mengembangkan
Pengertian, Antusiasme dan Partisipasi Masyarakat
Pengertian, antusiasme dan partisipasi masyarakat tersebut sangat penting,
apalagi bagi masyarakat kita yang pada umumnya masih belum menyadari bahwa
tugas dan tanggung jawab pendidikan anak-anak adalah juga tugas dan tanggung
jawab masyarakat di samping sekolah dan pemerintah.
Dalam hal Fungsi pokok
hubungan sekolah dengan masyarakat adalah menarik simpati masyarakat umumnya
serta publik khususnya, sehingga dapat meningkatkan relasi serta animo pada
sekolah tersebut. Hal ini akan membantu sekolah mensukseskan
program-programnya. Sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat diantarnya sebagai berikut :
a)
Mengatur hubungan sekolah dengan orang
tua.
b)
Memelihara hubungan baik dengan komitte
sekolah.
c)
Memelihara dan mengembangkan hubungan
sekolah dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta dan organisasi nasional.
F.
Peran Guru Dalam Hubungan Sekolah-Masyarakat
Guru merupakan kunci penting dalam kegiatan husemas di sekolah menengah.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam kegiatan husemas itu:
1.
Membantu sekolah dalam melaksanakan
teknik-teknik hubungan sekolah dan masyarakat.
Meskipun kepala
sekolah merupakan orang kunci dalam pengelolaan husemas, akan tetapi kepala
sekolah tidak mungkin melaksanakan program husemas tanpa bantuan guru-guru.
Guru-guru dapat ditugasi kepala sekolah melaksanakan hal-hal yang berkaitan
dengan husemas, disesuaikan dengan jenis dan bentuk kegiatan yang ada. Sebagai
contoh, apabila kepala sekolah ingin melaksanakan kunjungan kerumah siswa, maka
kepala sekolah dapat mendelegasikan tugas itu kepada guru. Guru-guru juga dapat
ditugasi kepala sekolah untuk membuat program kerja yang mempunyai dampak
terhadap popularitas sekolah.
2.
Membuat dirinya lebih baik lagi dalam
bermasyarakat.
“Guru adalah tokoh milik masyarakat. Tingkah
laku atau sepak terjang yang dilakukan guru disekolah dan di masyarakat menjadi
sesuatu yang sangat penting”.
Apa yang dilakukan
atau yang tidak dilakukan guru menjadi panutan di masyarakat. Dalam posisi yang
demikian inilah guru harus memperlihatkan perilaku yang prima. Apabila
masyarakat telah mengetahui bahwa guru-guru sekolah tertentu dapat dijadikan
suri tauladan di masyarakat, kepercayaan masyarakat kepada sekolah akan menjadi
besar yang pada akhirnya bantuan atau dukungan positif masyarakat terhadap
sekolah pun akan menjadi lebih besar.
3.
Dalam melaksanakan semua itu guru harus
melakukan kode etiknya
Kode etik guru merupakan aturan atau
rambu-rambu yang perlu diikuti dan tidak boleh dilanggar oleh guru. Kode etik
mengatur guru menjadi manusia terpuji di mata masyarakat. Karena kode etik juga
merupakan cerminan kehendak masyarakat terhadap guru, maka menjadi kewajiban
guru untuk melaksanakan atau mengikutinya.
Daftar Pustaka
Purwanto , M .
Ngaim. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. 2010. Bandung : PT.
Remaja Rosda Karya
Qomar Mujamil Prof.
Dr.2007. Manajemen Pendidikan Islam, Malang:PT Gelora Aksara.
Soetjipto dan Raflis
Kosasi. 2009. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka
Cipta.

