MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Menciptakan Suasana Kelas yang Efektif
Oleh
:
Bestary
Nabilla
1520105
Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Kelas : VII.4 PGSD
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
A. Menciptakan
Suasana Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan Bagi Siswa
1. Kondisi
Belajar yang Efektif
Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan
kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti
proses pembelajaran tersebut. Dalam menciptakan kondisi yang baik, hendaknya
guru memperhatikan dua hal: pertama, kondisi internal merupakan kondisi yang
ada pada diri siswa itu sendiri, misalnya kesehatan, keamanannya,
ketentramannya, dan sebagainya. Kedua, kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada
di luar pribadi manusia, umpamanya kebersihan rumah, penerangan serta keadaan
lingkungan fisik yang lain.
Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan
fisik yang baik dan teratur, misalnya ruang belajar harus bersih, tidak ada
bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, ruangan cukup terang,
tidak gelap dan tidak mengganggu mata, sarana yang diperlukan dalam belajar
yang cukup atau lengkap. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif,
maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini:
a.
Melibatkan Siswa secara
Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam
beberapa hal, antara lain :
1)
Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan
eksprimen.
2)
Aktivitas lisan, seperti bercerita, tanya jawab.
3)
Aktivitas mendengarkan, seperti mendengarkan
penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru.
4)
Aktivitas gerak, seperti melakukan praktek di tempat
praktek.
5)
Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat surat,
membuat karya tulis.
Aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas
hendaknya lebih banyak melibatkan siswa, atau lebih memperhatikan aktivitas
siswa. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa :
1) Tingkatkan
partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai
teknik mengajar.
2)
Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat
sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3)
Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa.
Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan
pembelajaran.
b.
Menarik Minat dan Perhatian
Siswa
Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat
dan perhatian siswa dalam belajar.
Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada
diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab
dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya
tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam
pembelajaran erat kaitannya dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran
yang dapat menyesuaikan sifat, bakat dan kecerdasan siswa merupakan
pembelajaran yang diminati.
c.
Membangkitkan Motivasi Siswa
Motif adalah
semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk
melakukan sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan
motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan
mencapai tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa
sehingga ia mau belajar. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan
motivasi siswa :
1)
Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya
untuk meningkatkan prestasi belajarnya;
2)
Pada awal kegiatan pembelajaran, guru hendaknya
terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai
dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam
mencapai tujuan tersebut.
3)
Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
4)
Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada
siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri;
5)
Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa.
6)
Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai
seobyektif mungkin.
d.
Memberikan pelayanan
individu Siswa
Perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi
pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan
kemampuan, dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa.
Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah
semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja, melainkan dapat juga
ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Sistem
pembelajaran individual atau privat, belakangan ini memang cukup marak dilakukan
melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga pendidikan yang memang
khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
e.
Menyiapkan dan Menggunakan
berbagai Media dalam Pembelejaran
Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang
digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang
disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa.
Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung yang yang
dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan
manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di
kelas.
Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat
peraga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut :
·
Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar
perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan.
·
Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan
kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok.
·
Alat yang dipilih hendaknya tepat, memadai dan mudah
digunakan.
B. Menciptakan Suasana
Belajar yang Menyenangkan
1.
Ciptakan Iklim yang Nyaman
Buat Anak Didik Anda
Iklim yang nyaman akan menghilangkan kecanggungan
siswa, baik sesama guru maupun antar siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong
siswa untuk mengajukan pertanyaan, sehingga komunikasi antara pendidik dan anak
didik dapat terbangun. Sebagai pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa
bahwa tidak akan ada siswa lain yang akan mengejek ketika ia bertanya. Beri
motivasi kepada siswa bahwa dengan bertanya, akan memudahkannya untuk lebih
mengetahui tentang sesuatu hal daripada hanya diam mendengarkan.
2.
Dengarkan dengan Serius
Setiap Komentar atau Pertanyaan yang Diajukan Oleh Siswa Anda.
Jika siswa Anda mengajukan pertanyaan, sebisa mungkin
fokus dan memperhatikannya. Meski sederhana, hal ini akan menumbuhkan
kepercayaan diri siswa karena ia merasa diperhatikan. Seringkali siswa merasa
kurang percaya diri sehingga enggan untuk memberikan kontribusi di dalam kelas.
Nah, tugas Anda sebagai pengajar, membangun kepercayaan diri siswa dengan
menunjukkan perhatian-perhatian saat siswa merasa sedang ingin didengarkan.
3.
Jangan Ragu Memberikan
Pujian Kepada Siswa
Anda juga bisa mencoba dengan memuji setiap komentar
yang diajukan oleh anak didik Anda. Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat
bagus" ,atau "Pertanyaan kamu bagus, itu tidak pernah saya
pikirkan sebelumnya”.
4.
Beri Pertanyaan yang Mudah
Dijawab
Jika hal di atas belum juga berhasil untuk mengajak
siswa memberikan komentar atau pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan
pertanyaan memancing yang bisa membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di
dalam kelas. Pastikan pertanyaan Anda mampu dijawab oleh siswa, sehingga saat
menjawab secara tidak langsung melatih siswa untuk berbicara. Saat siswa sudah
mulai merespon, beri senyum kepada siswa yang sudah berkomentar. Hal ini akan
mengurangi rasa canggung yang biasa ia perlihatkan.
5.
Biarkan Siswa Mengetahui
Pelajaran Sebelum Kelas Dimulai
Minta agar para siswa mempelajari bahan yang nantinya
akan Anda tanyakan. Sehingga, ia akan mempersiapkannya terlebih
dulu. Jika saat anda bertanya dan para siswa tidak merespon, ubah
format pertanyaan anda yang hanya membutuhkan jawaban "ya"
atau "tidak".
6.
Controlling
Kontrol para siswa dengan alat kontrol yang Anda
miiliki. Gunanya adalah untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang biasanya
berpartisipasi dalam kelas. Jika Anda menemukan beberapa siswa yang tingkat
partisipasinya dalam kelas sangat kurang, maka ajak ia berkomunikasi secaraa
pribadi. Mungkin dengan begitu ia akan merasa percaya diri. Selain itu, jika
yang Anda temukan hanyalah permasalahan kurang percaya yang menjadikannya diam
selama kelas berlangsung, maka tugas Anda selanjutnya adalah memberi ia tugas
yang bisa membantunya untuk berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato dalam kelas.
Selain itu, keakraban antara guru dan siswa sangat
menentukan keberhasilan belajar bagi siswa. Jika hal ini terjalin suasana
belajar akan lebih santai dan siswa akan lebih mudah menangkap pelajaran. Siswa
tidak akan merasa sungkan bertanya jika mereka tidak mengerti karena salah satu
jalan membuat siswa cepat mengerti adalah dengan cara bertanya. Mengajar
kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang
memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan
menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun
antara peserta didik dengan peserta didik yang lain. Khusus dalam melakukan
pembelajaran perorangan perlu diperhatikan kemampuan dan kematangan berfikir
peserta didik, agar apa yang disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta
didik. Penguasaan terhadap semua ketrampilan mengajar di atas harus utuh dan
terintegrasi, sehingga diperlukan latihan yang sistematis, misalnya melalui
pembelajaran mikro.
Seluruh sekolah yang bertaraf nasional dan
internasional, jumlah siswa dibatasi dalam setiap kelas maksimal 32 siswa.
Hal ini ditetapkan agar guru bisa lebih mudah
memberikan pelajaran dengan baik dan siswa juga akan mudah menangkap yang
nantinya akan mendapatkan hasil yang baik pula.
Selain itu juga bagian sarana dan prasarana disekolah
akan lebih mudah menyediakan alat praktikum sesuai dengan jumlah siswa seperti
komputer, alat praktik IPA, peralatan olahraga, labor bahasa dan lain-lain. Dan
juga guru menyampaikan materi pembelajaran dikelas dengan menggunakan alat
multimedia. Bagi guru yang kreatif mereka membuat animasi karikatur dalam
pembelajaran sehingga siswa tidak merasa jenuh. Bagian kurikulum juga
harus memikirkan bagaimana agar siswa juga dapat menerima pembelajaran
dengan baik dengan cara menyusun jadwal pelajaran dengan rapi. Dalam satu hari
siswa jangan diberikan pelajaran yang berumus, harus diselingi dengan mata
pelajaran yang lainnya.
C. Peran Guru
dan Orang Tua dalam Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan
Rasa senang dalam belajar adalah masalah suasana hati.
Ini diperoleh melalui perlakukan guru dan orang tua melalui dorongan dan
motivasi mereka. Sebenarnya yang diperlukan oleh siswa dalam belajar adalah
rasa percaya diri. Maka tugas orang tua dan guru tentu saja menumbuhkan rasa
percaya diri mereka.. Dari pengalaman hidup, kita sering menemukan begitu
banyak anak yang ragu-ragu atas apa yang mereka pelajari, sehingga mereka perlu
didorong dan diberi semangat lewat kata – kata dan perlakuan.
Jika anak merasa kurang percaya diri, maka anak perlu
dibantu. Coba menemukan hal hal positif pada dirinya dan pujilah dia agar rasa
percaya dirinya bisa datang. Komentar -komentar positif dapat membangkitkan
percaya diri mereka. Orang belajar memang tergantung pada faktor fisik (suasana
lingkungan), faktor emosional (suasana hati) dan faktor sosiologi atau
lingkungan teman, guru, orang tua dan budaya sekitar. Rasa senang dalam belajar
dapat tercipta jika terjalin keakraban antara guru dan siswa.
Keakraban antara guru dan siswa sangat menentukan
keberhasilan belajar bagi siswa. Jika hal ini terjalin suasana belajar akan lebih
santai, lebih bisa mengungkapkan idenya sehingga lebih kreatif, anak akan lebih
termotivasi ikut belajar sehingga siswa akan lebih mudah menangkap pelajaran.
Anak tidak akan merasa sungkan bertanya jika mereka tidak mengerti karena salah
satu jalan membuat siswa cepat mengerti adalah dengan cara bertanya.
Menciptakan suasana akrab dengan siswa bukanlah hal
yang sulit. Guru perlu menciptakan suasana bahwa pada saat belajar, guru dan
siswa sedang belajar. Bahwa pada saat itu mereka juga didengar ide, pendapat
dan kreatifitasnya, guru akan menjadi pengarah dan fasilitator mereka dalam
belajar. Dan guru perlu bersikap adil terhadap siapapun, artinya siswa perlu
diperhatikan sesuai porsinya. Misalnya anak yang pintar perlu diarahkan untuk
lebih memperhatikan temannya yang kurang pintar. Anak yang nakal perlu
diaktifkan untuk lebih berperan dalam proses belajar misalnya dengan menunjuk anak
tersebut untuk membantu menertibkan teman – temannya. Guru menegur dan marah
juga harus pada tempatnya dan ada alasannya. Dan salah satu cara untuk
menciptakan suasana akrab dengan anak adalah berusaha untuk mengenal mereka
satu persatu.
Senyum guru juga merupakan salah satu penyemangat
belajar bagi siswa. Cukup banyak ruang kelas proses belajar mengajarnya
kurang dihiasi oleh senyum tulus guru. Kecuali senyum jengkel yang akan membuat
kelas dan sekolah kehilangan rasa senang. Apa lagi kalau sekolah/ kelas juga
selalu diguyur oleh tindakan menekan, tindakan mengancam dan
tindakan meremehkan pribadi siswa, dimana pada akhirnya siswa menjadi malas,
masa bodoh dan tidak punya kreativitas sama sekali. Guru yang cuma mengejar
target kurikulum, sekedar tugas mengajar, dan mengabaikan perasaan anak didik
akan membuat guru tersebut (juga mata pelajarannya) menjadi sangat tidak
menarik, kreatifitas anak didik akan tidak berkembang.
Lingkungan belajar melibatkan orang-orang, perilaku,
gagasan, dan suasana hati. Untuk memaksimalkan dorongan alamiah dalam diri
anak, lingkungan belajarnya harus memenuhi beberapa persyaratan. Anak
membutuhkan lingkungan yang menanggapi perilakunya. Lebih cepat dan lebih
konsisten tanggapan yang diberikan kepadanya, maka lebih cepat ia akan belajar.
Persyaratan utama yang lain adalah kebebasan. Anak merasa tidak aman bila tidak
ada batasannya. Dengan memberikan batasan tertentu, anak cukup leluasa untuk menyelidiki.
Untuk menumbuhkan semangat kemandirian pada anak anda dan kemampuan untuk
mengambil inisiatif, berikan dia kesempatan untuk memilih apa yang anda berdua
ingin lakukan atau pelajari.
Anak anda juga memerlukan lingkungan yang dapat
membantu mengembangkan imajinasinya. Bantulah anak dengan membacakan buku-buku
yang penuh imajinasi dan bercerita menurut versi anda sendiri. Dengan demikian,
anak akan tahu bahwa tidak semua cerita bersumber dari buku dan ia pun dapat
mengarang ceritanya sendiri. Ingat, memberikan contoh adalah guru terbaik.
Semakin anda tunjukkan kepada anak bahwa anda suka membaca dan menulis, dan
bahwa anda sangat senang dan berminat dalam belajar, semakin besar keinginan
anak untuk mencontoh anda. Anak tertarik untuk meniru anda bila bersama-sama
melakukan yang anda kerjakan. Libatkan anak dalam membahas berita di halaman
depan surat kabar, atau sempatkan untuk menjelaskan isi buku yang sedang anda
baca.
Akhirnya, ingatlah bahwa anda tidak dapat memaksa anak
untuk ikut dalam pengalaman belajar, dan jangan pernah mencobanya. Bila anda
memandang proses belajar belajar dengan cara yang sama dengan anak anda, yaitu
sebagai suatu permainan yang berkelanjutan, hidup dan menarik, maka anda berdua
pasti akan menikmatinya.
Daftar Rujukan
Slameto.
1995. Belajar dan Faktor - Faktor Belajar yang Mempengaruhi.
Jakarta : Rineka Cipta.
Sri Esti
Wuryani Djiwandono. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT
Grasindo.
Departemen
Pendidikan Nasional.2003 Kegiatan Belajar Mengajar Yang Efektif.
Jakarta Departemen Pendidikan Nasional.

👍
BalasHapus😊
HapusTerima kasih kk, Materinya sangat membantu sekali kk,dengan adanya materi ini saya tidak kesulitan dalam belajar
BalasHapusTerima kasih atas komentarnya saudari wirma 😊
HapusMaterinya kurang bagus ups salah bagus maksudnya kak. Materiny bagus bngat untuk tambahan tugas kuliah👍
BalasHapusTerima kasih saudari siska andela yang manis dan rajin menabung 😊
HapusBagus
BalasHapusTerima kasih atas komentarnya
HapusMaterinya sangat bagus kak.makasih
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusBrmnfaat skli
BalasHapusSangat membantu kak.. Makasih
BalasHapusBagus sangat bermanfaat
BalasHapusBagus☝
BalasHapussagat bermafaat
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusBagus sekali kak👍👍
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusMaterinya bagus sekali
BalasHapusMaterinya bagus, sangat membantu🙏
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏
BalasHapusSemoga bisa jadi pembelajaran yang efektif dan efisien
BalasHapusMateri nya bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat saudari Bestari semoga bisa ditingkatkan lagi untuk menambah wawasan kita bersama...
BalasHapusSangat bermanfaat kk
BalasHapusTerimakasih bestari
BalasHapusTerima kasih kak bestari, semoga ilmunya bermanfaat.
BalasHapusTerimakasih bestari
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTrimakasih,, sangat mmbantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSngat brnfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat menarik materinya
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih infonya kk. Sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusSangat membantu...semangat menulis ya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBagus sekali kk
BalasHapusBagus sekali kaka
BalasHapusSangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa kak. Terus kembangkan kak.
BalasHapusSangat bermanfaa
BalasHapusMaterinya bagus kak
BalasHapussangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih😊