MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Faktor-Faktor Mempengaruhi Belajar di Kelas
Oleh
:
Bestary
Nabilla
1520105
Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Kelas : VII.4 PGSD
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
A.
Faktor
yang Mempengaruhi Belajar
Secara umum
factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori,
yaitu factor internal dan factor eksternal . kedua factor tersebut saling
memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.
1.
Faktor Internal
Faktor internal
adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat
memengaruhi hasil belajar individu.
Faktor
fisologis:
a.
Faktor kesehatan
Proses belajar
seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia
akan cepat lelah, kurang bersemangat, ngantuk jika badannya lemah, dan lain
sebagainya.
b.
Cacat tubuh
Cacat tubuh
adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai
tubuh/badan. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu, jika hal ini terjadi
hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat Bantu
agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu.
2.
Faktor
Psikologis:
a.
Intelegensi
Intelegensi
adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk
menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan
efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep abstrak secara efektif,
mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat. Intelegensi sangat
besar pengaruhnya terhadap belajar. Dalam situasi yang sama, siswa yang mempunyai
tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai
intelegensi rendah
b.
Perhatian
Perhatian
menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu
semata-mata tertuju kepada suatu objek (benda/hal) atau sekumpulan objek. Untuk
dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian
terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian
siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar.
c.
Minat
Minat adalah kecenderungan
yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang
diminati seseorang, akan diperhatikan terus menerus di sertai dengan rasa
senang. Apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat
siswa, maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada
daya tarik baginya. (Slameto, 2010)
d.
Bakat
Bakat adalah
potensi/kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu mempunyai
bakat yang berbeda-beda. Seseorang yang mempunyai bakat musik mungkin di bidang
lain ketinggalan, dan lain sebagainya. Maka seorang murid akan mudah
mempelajari yang sesuai dengan bakatnya. Apabila seorang anak harus mempelajari
bahan lain dari bakatnya, akan cepat bosan. ( Ahmadi, Abu, Widodo Supriyono,
2004)
e.
Motivasi
Motivasi sebagai
faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan
belajar. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan,
sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesannya.
f.
Kematangan
Kematangan
adalah suatu tingkat dalam pertumbuhan seseorang, di mana alat-alat
tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Belajar akan lebih
berhasil jika anak sudah siap atau matang. Jadi kemajuan baru untuk memiliki
kecakapan itu tergantung dari kematangan dan belajar.
g.
Kesiapan
Kesiapan adalah
kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi. Kesiapan ini perlu
diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah
ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik.
3.
Faktor Eksternal
(Faktor dari Luar Siswa)
Selain
karakteristik siswa atau faktor-faktor endogen, faktor-faktor eksternal juga
dapat memengaruhi proses belajar siswa.dalam hal ini, Syah (2003) menjelaskan
bahwa faktor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan
menjadi dua golongan, yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan non
sosial
a.
Lingkungan sosial
1)
Lingkungan
sosial sekolah, seperti guru , administrasi, dan teman-teman sekelas dapat
memengaruhi proses belajar seorang siswa. Hubungan harmonis antra ketiganya
dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. Perilaku
yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat
menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar.
2)
Lingkungan
sosial massyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan
memengaruhi belajar siswa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan
anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa, paling tidak
siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi, atau meminjam
alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya
3)
Lingkungan
sosial keluarga. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan
keluarga, sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaankeluarga,
semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Hubungan
anatara anggota keluarga, orangtua, anak, kakak, atau adik yang harmonis akan
membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik.
b.
Lingkungan non sosial.
Faktor-faktor
yang termasuk lingkungan nonsosial adalah;
1)
Lingkungan
alamiah, seperti kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar
yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap, suasana yang
sejuk dantenang. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang
dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. Sebaliknya, bila kondisi lingkungan
alam tidak mendukung, proses belajar siswa akan terlambat.
2)
Faktor
instrumental, yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam.
Pertama, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas
belajar, lapangan olah raga dan lain sebagainya. Kedua, software, seperti
kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, bukupanduan, silabi dan lain
sebagainya.
3)
Faktor materi pelajaran
(yang diajarkan ke siswa). Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia
perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru, disesuaikandengan
kondisi perkembangan siswa. Karena itu, agar guru dapat memberikan kontribusi
yang postif terhadap aktivitas belajr siswa, maka guru harus menguasai materi
pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan
konsdisi siswa.
B.
Mengatur
Kondisi Kelas dan Iklim Belajar Siswa
Pengelolaan kelas yang baik, dapat
dilakukan dengan 6 cara sebagai berikut:
1.
Penciptaan
lingkungan fisik kelas yang kondusif
2.
Penataan
ruang belajar sebagai sentra belajar
3.
Penciptaan
atmosfir belajar yang kondusif
4.
Penetapan
strategi pembelajaran dan
5.
Pemanfaatan
media dan sumber belajar
6.
Penilaian
hasil belajar.
Lingkungan
fisik di kelas meliputi pengaturan ruang belajar yang didesain sedemikian rupa
sehingga tercipta kondisi kelas yang menyenagkan dan dapat menumbuhkan semangat
dan keinginan untuk belajar dengan baik seperti: pengaturan meja, kursi,
lemari, gambar-gambar afirmasi, pajangan hasil karya siswa yang berprestasi,
alat-alat peraga, media pembelajaran dan jika perlu di iringi dengan nuansa
musik yang sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan atau nuansa musik yang
dapat membangun gairah belajar siswa.
C.
Kondisi
yang Mempengaruhi Iklim Belajar
1.
Kondisi Fisik
Lingkungan fisik
tempat belajar memberikan pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat
menciptakan lingkungan yang membantu perkembangan pendidikan peserta didik.
a.
Ruang tempat
berlangsungnya pembelajaran; Ruang Kelas, Ruang Laboratorium, Ruang
Serbaguna/Aula.
b.
Pengaturan
tempat duduk; Pola berderet atau berbaris-belajar, Pola susun berkelompok, Pola
formasi tapal kuda, Pola lingkaran atau persegi.
c.
Ventilasi dan
pengaturan cahaya.
d.
Pengaturan penyimpanan
barang-barang.
2.
Kondisi Sosio
Emosional
Kondisi
sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses
belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan
pengajaran.
a.
Tipe
kepemimpinan guru
Fungsi yang
melekat pada guru ketika berada dalam kelas. Gaya apa yang muncul ketika guru
melaksanakan peran sebagai pemimpin dalam pembelajaran di
kelas. Apakah gaya otoriter segala sesuatunya diatur dan diarahkan
oleh sendiri dan siswa tidak diberikan kesempatan untuk terlibat didalamnya,
atau gaya demokrasi dimana terjadi proses timbal balik antara guru dan murid
sesuai dengan peranannya masing-masing.
b.
Sikap guru
Sikap yang
diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan
mempengaruhi mood anak, apakah anak merasa tertarik dengan sikap guru atau
malah tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru,
bapak/ibu, kakak, orang dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal
yang paling baik diperlihatkan.
c.
Pembinaan
hubungan baik
Hubungan antara
guru dengan murid harus dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks
belajar mengajar dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun
sifat-sifat kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan
aman berhubungan seperti dengan orang tuanya.
3.
Kondisi
Organisasional
Kegiatan rutin
secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan
mencegah timbulnya masalah dalam pengelolaan kelas.
a.
Pergantian
pelajaran
Ketika terjadi
penggantian dalam pelajaran harus disikapi oleh guru karena dalam proses ini
ada jeda (kekosongan) yang memungkinkan terjadinya interaksi yang tidak
diharapkan dari siswa dengan siswa lainnya. Perlu disikapi dengan
arif bahwa ketika mengahiri pelajaran guru tidak terlalu cepat karena guru
selanjutnya apakah sudah tiba dan apabila belum maka masa jeda itu terlalu
lama.
b.
Guru berhalangan
hadir
Guru yang
berhalangan hadir akan menyebabkan terjadinya kekosongan dalam proses belajar
mengajar. Untuk menghindari terjadinya keributan atau perilaku-perilaku yang
tidak diharapkan dari siswa seperti berlarian kesana kemari menggangu kelas
lain, dan menimbulkan kerusakan pada fasilitas kelas, maka guru piket harus
paham apa yang terjadi dan mempersiapkan diri untuk menutup ketidakhadiran
tersebut.
c.
Masalah antar
siswa
Masalah antar
siswa biasanya terjadi karena kondisi emosional yang tidak terkendali dan tidak
terorganisasikan oleh guru. Guru harus memahami karakteristik dan
potensi guru sehingga dapat dipahami keseluruhan perilaku masing-masing dan
menekan munculnya konflik diantaranya.
d.
Upacara bendera
Pada saat
upacara bendera siswa harus diorganisasikan berdasarkan tingkatan kelas
sehingga mereka dapat tertib mengikuti kegiatan upacara bendera.
e.
Kegiatan lain
Kesehatan dan
kehadiran siswa, penyampaian informasi dari sekolah kepada guru dan siswa,
peraturan sekolah yang baru, kegiatan rekreasi dan social.
4.
Kondisi
Administrasi Teknis
Kondisi
administrasi teknik akan turut mempengaruhi manajemen pembelajaran di dalam
kelas.
a.
Daftar presensi,
kerapihan, kebersihan dan keteraturan
Daftar presensi
akan memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan.
Keterdukungan dari sisi keteraturan dalam presensi akan memberikan efek
psikologis terhadap siswa karena terjadi keadilan dalam perlakuan.
b.
Ruang bimbingan
siswa
Ruang bimbingan
siswa diarahkan untuk memberikan bantuan pada siswa yang secara emosional
memiliki masalah. Hal terpenting dari ruang bimbingan adalah bagaimana ruang
tersebut tidak menimbulkan ketakutan ketika harus berhubungan dengan guru
disana.
c.
Tempat baca
Tempat baca
merupakan bagian dari fasilitas yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk
berinteraksi dengan kawannya, dengan fasilitas dan guru.
d.
Tempat sampah
Tempat sampah
yang bersih ditempatkan di tempat yang tepat dan tidak menggangu kegiatan
belajar maupun bermain siswa, akan memberikan dukungan terhadap pencapaian
tujuan pembelajaran di kelas. Bau sampah, berserakan dimana-mana,
siswa tidak mengetahui tempat penyimpanan sampah atau karena tidak ada tempat
sampah akan berakibat buruk pada kondisi sosio-emosional dan fisik siswa.
Daftar Rujukan
Ahmadi, Abu, Widodo Supriyono.(2004). Psikologi
Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. (2010). Belajar
dan Factor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta
Udin S. Winataputra.2003. Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta : Universitas Terbuka
Wiyani, N. A.2013. Manajemen kelas.
Jogjakarta: Ar-Ruzz media.

Menurut akuh penulisannya kurang rapi di perbaiki lagi ya kak😊
BalasHapusBgus
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusMaterinya sangat membantu kak
BalasHapusBagus materinya kak
BalasHapussanagat membantu
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusBagus sekali kak👍👍
BalasHapusMaterinya bagus sekali
BalasHapusMaterinya bagus, sangat membantu🙏
BalasHapusSangat bermanfaat kk
BalasHapusSangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏
BalasHapusSemoga pembaca nyaman dan mudah mengerti dan memahami isi dari ini semua
BalasHapusSangat bermanfaat kak.. Terimakasih
BalasHapusMenambah wawasan banget
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTrimakasih,, sangat mmbantu
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSngat brnfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat menarik penulisan dan materinya
BalasHapusTerimakasih infonya kk. Sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusApa yang harus dilakukan guru apabila ada siswa yng cacat tubuh agar tetap mau blajar?
BalasHapusSangt bermanfaat
BalasHapusGood 🙏
BalasHapusMantul kak
BalasHapusbaguss
BalasHapus