Selasa, 30 Juli 2019

Tugas 2 Manajemen Kelas di SD

TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang

Manajemen Pembelajaran


Oleh :
Bestary Nabilla
1520105

Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd

Kelas : VII.4 PGSD

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019

MANAJEMEN PEMBELAJARAN
A.    Konsep Manajemaen Pembelajaran
Manajemen merupakan proses yang khas bertujuan untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif dan efisien menggunakan semua sumber daya yang ada. Terry menjelaskan: “Management is performance of coneiving desired result by means of grouuf efforts consisting of utilizing human talent and resources”. Ini dapat dipahami bahwa manajemen adalah kemampuan mengarahkan dan mencapai hasil yang diinginkan dengan pemberdayaan manusia dan sumber daya lainnya.   
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai suatu rangkaian aktifitas (termasuk perencanaan, dan pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber- sumber daya organisasi (manusia, finansial, fisik, dan informasi) dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Pengertian Manajemen dikemukakan Parker (Stoner & Freeman, 2000) : Ialah Seni melaksanakan pekerjaan melalui orang- orang (the art of getting things done through people). Sufyarma mengutip dari Stoner mengatakan : Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Dalam teori Manajemen Islam seseorang yang melakukan kebaikan akan diberi ganjaran didunia dan akhirat. Ganjaran di dunia ini termasuk keuntungan material, dan pengakuan sosial, dan kesejahteraan psikologis dan di hari kemudian berupa kesenangan dan kemakmuran dari Allah. Seseorang juga akan diberi pahala atas niat yang baik.
Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif artinya bahwa tujuan dapat dicapai sesuai perencanaan, sementara efisien berarti tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.  
B.     Tujuan Manajemen Pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, tujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang spesifik. Hal ini mengandung implikasi bahwa setiap perencanaan pembelajaran seyogyanya dibuat secara tertulis (written plan). Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi guru maupun siswa.
Nana Syaodih Sukmadinata mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu:
1.      Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri
2.      Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar
3.      Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran
4.      Memudahkan guru mengadakan penilaian.
Tujuan pembelajaran bisa melalui pendekatan masalah khusus dalam pembelajaran, mengandung arti sebagai pengetahuan dan pengertian berdasarkan informasi yang diterima. Pendekatan ini lebih mempertimbangkan apa yang harus dipelajari tentang materi tersebut. Bahwa pendekatan ini akan menciptakan pembelajaran yang spesifik sesuai dengan bidangnya.
C.    Kebijakan Tentang Menajemen Pembelajaran
Manajemen pembelajaran merupakan elemen dari manajemen sekolah sedangkan manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan, atau penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu komponen dari sistem pendidikan yang berlaku.
            Keberhasilan sebuah usaha maka manajemen haruslah dilaksanakan berdasarkan dalil-dalil umum manajemen atau yang lebih dikenal sebagai prinsip-prinsip manajemen. Dari sekian banyak prinsip manajemen yang dapat diajarkan dan dipelajari oleh seorang calon manajer, diantaranya yang terpenting adalah:
1.      Prinsip Pembagian Kerja
            Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya bersifat adil, yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
2.      Prinsip wewenang dan tanggung jawab
            Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.
3.      Prinsip Tertip dan Disiplin
            Disiplin adalah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.
4.      Prinsip Kesatuan Komando dan Semangat Kesatuan
            Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.
5.      Prinsip Keadilan dan Kejujuran.
            Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).
D.    Peran Guru Dalam Manajeman Kelas
            Guru memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelola pendidikan pada suatu lembaga pendidikan yang terlihat langsung dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa, harus mampu mengelola kelasnya, merumuskan tujuan pembelajaran secara opersional, menentukan materi pembelajaran,  menetapkan metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar dan kemampuan profesional guru lainnya, agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Peran dan fungsi guru
berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah. Di antara peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:
1.       Guru sebagai pendidik
      Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memilki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
2.       Guru sebagai Pengajar
      Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhin oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru,kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam ber komunukasi. Jika faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
3.        Guru sebagai Pembimbing
       Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamanya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.
4.       Guru sebagai Pelatih
          Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.
4.       Guru sebagai Penaseha
          Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memilki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agarguru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
6.       Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
   Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memilki arti lebih banyak dari pada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar  sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.
7.      Guru sebagai Model dan Teladan
           Guru merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untu ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teldan. Tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan gaya hidup secara umum.
8.        Guru sebagai Pribadi
          Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Jika ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya, maka dengan cara yang tepat disikapi sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dan masyarakat yang berakibat tergangunya proses pendidikan bagi peserta didik. Guru perlu juga memilki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melaluin kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olahraga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimilki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yangbersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.
9.       Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
           Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mende akan monstrasikan dan menunjukkan kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan ciri aspek dunia disekitar kita. Kreatifitas ditandai olehadanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderunganuntuk menciptakan sesuatu. guru senantiasa berusaha untu menemukancara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta didik akan menilainya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu secara rutin saja. Kreatifitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang telah dikerjakan sebelumnya.
10.  Guru sebagai pembangkit pandang
             Dunia ini panggung sandiwara, yang penuh dengan berbagai kisah dan peristiwa, mulai dari kisah nyata sampai yang direkayasa. Dalam hal ini guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta didiknya. Mengembangkan fungsi ini guru harusterampil dalam berkomunikasi dikelolanya dilaksanakan untuk menunjang fungsi ini.
11.    Guru sebagai Pekerja Rutin
          Guru bekerja dengan ketrampilan dan kebiasaan tertentu, serta kegiatan rutin yang amat diperlukan dan seringkali memberatkan. Jika kegiatan tersebut tidak \ dikerjakan dengan baik, maka bisa mengurangi ataumerusak keefektifan guru pada semua peranannya.
12.   Guru sebagai Evaluator
     Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta varible lain yang mempunyai arti apabila berhubungan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindaklanjut serta penilaian harus adil dan objektif
E.     Kode Etik Guru 
                        Adapun kode etik guru  antara lain sebagai berikut:
1.      Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2.      Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing. 
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik. 
5.      Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.      Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9.      Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. 


DAFTAR RUJUKAN

Husaini usman. 2011. Manajemen, Teori, Praktek, dan Riset Pendidikan, edisi 3. Jakarta : BumiAksar
Made Pidarta. 2004.  Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta h.74  Ibid., h.78
Sufyarma. 2004. Kapita Selekta Manajemen Pendidikan. Bandung: CV Alfabeta hlm.188- 189.
Syafaruddin. 2005. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press h.41
Ricky W. Griffin. 2004. Manajemen. Jakarta : Erlangga.

56 komentar:

  1. Bagus materinya dan bermanfaat syekali🤩

    BalasHapus
  2. Materinya sangat bermanfaat
    Terimakasih

    BalasHapus
  3. Wah kebantu banget materi Kuliah aku 😍 Lengkap.. Keep Spirit Bloger 💪 Terus Berkarya !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, atas dukungannya😊 dan makasih sudah mampir keblog saya 🙏😇

      Hapus
  4. Substansi dari materinya sangat bagus. Sangat membantu sekali 😊

    BalasHapus
  5. Matetinya bagus, sngat membantu. Terimakasih🙏

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Wahh. Materinya sangat membantu sekali untuk melengkapi tugas kuliah aku terimaksih yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah berkunjung ke blog saya 😊
      Terima kasih kembali🙏😇

      Hapus
  8. Materinya sangat bagus sekali😍

    BalasHapus
  9. Terimakasih atas tulisannya, sangan membantu 😇

    BalasHapus
  10. wow, materinya lengkap ya kak. semoga bermanfaat bagi semua

    BalasHapus
  11. Materinya bagus kak, sngat membantu kak

    BalasHapus
  12. Materinya bagus, sangat membantu dalam mengerjakan tugas

    BalasHapus
  13. Sangat membantu sekali materinya kak

    BalasHapus
  14. mantap kali . sama.kayak orang nya

    BalasHapus
  15. Sangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏

    BalasHapus
  16. Mudah mudahan bisa diterapkan disekolah maupun di luar sana 🙏🙏

    BalasHapus
  17. Naterinya lengkap semoga bermanfaat

    BalasHapus
  18. Makasih materinya kak. Bermanfaat deh

    BalasHapus
  19. Sangat membantu kak tapi klo bisa dirapikan lagi penulisannya

    BalasHapus
  20. Terimakasih infonya kk. Sangat membantu

    BalasHapus
  21. Sangat bermanfaat, terima kasih

    BalasHapus
  22. sangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan

    BalasHapus
  23. Apakah guru mempunyai peran penting dalam manajemen kelas, jelaskan ya kak... 😊

    BalasHapus
  24. Materinya sangat lengkap, bermanfaat, serta ringkas sehingga mudah dipahami kak. The best lah kak.

    BalasHapus

Tugas 14 Manajemen Kelas di SD

TUGAS MANAJEMEN KELAS DI SD Tentang Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah           ...