TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Manajemen Pembelajaran
Oleh
:
Bestary
Nabilla
1520105
Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Kelas : VII.4 PGSD
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
MANAJEMEN PEMBELAJARAN
A.
Konsep Manajemaen Pembelajaran
Manajemen merupakan proses yang khas bertujuan untuk
mencapai suatu tujuan dengan efektif dan efisien menggunakan semua sumber daya
yang ada. Terry menjelaskan: “Management is performance of coneiving desired
result by means of grouuf efforts consisting of utilizing human talent and
resources”. Ini dapat dipahami bahwa manajemen adalah kemampuan mengarahkan dan
mencapai hasil yang diinginkan dengan pemberdayaan manusia dan sumber daya
lainnya.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai
suatu rangkaian aktifitas (termasuk perencanaan, dan pengambilan keputusan,
pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber-
sumber daya organisasi (manusia, finansial, fisik, dan informasi) dengan maksud
untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Pengertian
Manajemen dikemukakan Parker (Stoner & Freeman, 2000) : Ialah Seni melaksanakan
pekerjaan melalui orang- orang (the art of getting things done through people).
Sufyarma mengutip dari Stoner mengatakan : Manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan
penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
secara efektif dan efisien.
Dalam teori Manajemen Islam seseorang yang melakukan
kebaikan akan diberi ganjaran didunia dan akhirat. Ganjaran di dunia ini
termasuk keuntungan material, dan pengakuan sosial, dan kesejahteraan
psikologis dan di hari kemudian berupa kesenangan dan kemakmuran dari Allah.
Seseorang juga akan diberi pahala atas niat yang baik.
Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebuah
proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber
daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif artinya
bahwa tujuan dapat dicapai sesuai perencanaan, sementara efisien berarti tugas
yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
B.
Tujuan Manajemen
Pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi
pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tercapainya perubahan
perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran,
tujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang
spesifik. Hal ini mengandung implikasi bahwa setiap perencanaan pembelajaran
seyogyanya dibuat secara tertulis (written plan). Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat
tertentu, baik bagi guru maupun siswa.
Nana Syaodih Sukmadinata mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan
pembelajaran, yaitu:
1. Memudahkan
dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga
siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri
2. Memudahkan
guru memilih dan menyusun bahan ajar
3. Membantu
memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran
4. Memudahkan
guru mengadakan penilaian.
Tujuan pembelajaran bisa melalui pendekatan masalah khusus dalam
pembelajaran, mengandung arti sebagai pengetahuan dan pengertian berdasarkan
informasi yang diterima. Pendekatan ini lebih mempertimbangkan apa yang harus
dipelajari tentang materi tersebut. Bahwa pendekatan ini akan menciptakan
pembelajaran yang spesifik sesuai dengan bidangnya.
C.
Kebijakan Tentang Menajemen Pembelajaran
Manajemen pembelajaran merupakan elemen dari manajemen sekolah sedangkan
manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan, atau penerapan
manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu komponen dari
sistem pendidikan yang berlaku.
Keberhasilan sebuah usaha maka
manajemen haruslah dilaksanakan berdasarkan dalil-dalil umum manajemen atau
yang lebih dikenal sebagai prinsip-prinsip manajemen. Dari sekian banyak
prinsip manajemen yang dapat diajarkan dan dipelajari oleh seorang calon
manajer, diantaranya yang terpenting adalah:
1. Prinsip
Pembagian Kerja
Dalam membagi-bagikan tugas dan
jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya bersifat adil,
yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
2. Prinsip
wewenang dan tanggung jawab
Setiap kerabat kerja atau karyawan
hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik
dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.
3. Prinsip
Tertip dan Disiplin
Disiplin adalah kesedian untuk
melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang
menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu
(waktu kerja) yang telah ditetapkan.
4. Prinsip
Kesatuan Komando dan Semangat Kesatuan
Setiap karyawan atau kerabat kerja
hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung
(mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama
merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.
5. Prinsip
Keadilan dan Kejujuran.
Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan
yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada
rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).
D.
Peran Guru Dalam
Manajeman Kelas
Guru
memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelola pendidikan pada suatu lembaga
pendidikan yang terlihat langsung dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa,
harus mampu mengelola kelasnya, merumuskan tujuan pembelajaran secara
opersional, menentukan materi pembelajaran, menetapkan metode yang sesuai
dengan tujuan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengevaluasi
hasil belajar dan kemampuan profesional guru lainnya, agar proses belajar
mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Peran dan
fungsi guru
berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah. Di antara peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:
berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah. Di antara peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:
1. Guru sebagai pendidik
Guru
adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta
didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memilki standar kualitas
tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
2.
Guru
sebagai Pengajar
Kegiatan
belajar peserta didik dipengaruhin oleh berbagai faktor, seperti motivasi,
kematangan, hubungan peserta didik dengan guru,kemampuan verbal, tingkat
kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam ber komunukasi. Jika
faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat
belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi
peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
3.
Guru
sebagai Pembimbing
Guru
dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan
dan pengalamanya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal
ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan
mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan
kompleks.
4. Guru sebagai Pelatih
Proses
pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual
maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.
4. Guru sebagai Penaseha
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta
didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memilki latihan khusus sebagai
penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.
Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan
dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agarguru dapat menyadari perannya
sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus
memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
6. Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru
menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi
peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara
generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua
memilki arti lebih banyak dari pada nenek kita. Seorang peserta didik yang
belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia
yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.
7. Guru sebagai Model dan Teladan
Guru
merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap
dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa
peran ini tidak mudah untu ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teldan. Tentu
saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta
orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan
gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan,
pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera,
keputusan, kesehatan gaya hidup secara umum.
8. Guru sebagai Pribadi
Guru
harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Ungkapan yang
sering dikemukakan adalah bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”.
Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk
dilksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Jika ada nilai yang
bertentangan dengan nilai yang dianutnya, maka dengan cara yang tepat disikapi
sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dan masyarakat yang berakibat
tergangunya proses pendidikan bagi peserta didik. Guru perlu juga memilki
kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melaluin kemampuannya, antara lain
melalui kegiatan olahraga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus
dimilki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat
yangbersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.
9. Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
Kreatifitas
merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk
mende akan monstrasikan dan menunjukkan kreatifitas tersebut. Kreatifitas
merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan ciri aspek dunia
disekitar kita. Kreatifitas ditandai olehadanya kegiatan menciptakan sesuatu
yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya
kecenderunganuntuk menciptakan sesuatu. guru senantiasa berusaha untu
menemukancara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta
didik akan menilainya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu
secara rutin saja. Kreatifitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh
guru sekarang lebih baik dari yang telah dikerjakan sebelumnya.
10. Guru sebagai pembangkit pandang
Dunia ini panggung
sandiwara, yang penuh dengan berbagai kisah dan peristiwa, mulai dari kisah
nyata sampai yang direkayasa. Dalam hal ini guru dituntut untuk memberikan dan
memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta didiknya. Mengembangkan
fungsi ini guru harusterampil dalam berkomunikasi dikelolanya dilaksanakan
untuk menunjang fungsi ini.
11. Guru sebagai Pekerja Rutin
Guru
bekerja dengan ketrampilan dan kebiasaan tertentu, serta kegiatan rutin yang
amat diperlukan dan seringkali memberatkan. Jika kegiatan tersebut tidak \
dikerjakan dengan baik, maka bisa mengurangi ataumerusak keefektifan guru pada
semua peranannya.
12. Guru sebagai Evaluator
Evaluasi
atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena
melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta varible lain yang
mempunyai arti apabila berhubungan konteks yang hampir tidak mungkin dapat
dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipilih, dalam
penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap,
yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindaklanjut serta penilaian harus adil dan
objektif
E.
Kode Etik Guru
Adapun kode etik guru
antara lain sebagai berikut:
1.
Guru berbakti
membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan
berjiwa Pancasila.
2.
Guru memiliki
kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan
peserta didik masing-masing.
3.
Guru berusaha
memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan
dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.
Guru
menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua
murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5.
Guru memelihara
hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas
untuk kepentingan pendidikan.
6.
Guru secara
pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu
profesinya.
7.
Guru
menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan
lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.
Guru secara
bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai
sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9.
Guru
melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam
bidang pendidikan.
DAFTAR RUJUKAN
Husaini
usman. 2011. Manajemen, Teori, Praktek,
dan Riset Pendidikan, edisi 3. Jakarta : BumiAksar
Made
Pidarta. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta h.74 Ibid., h.78
Sufyarma.
2004. Kapita Selekta Manajemen Pendidikan.
Bandung: CV Alfabeta hlm.188- 189.
Syafaruddin.
2005. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.
Jakarta: Ciputat Press h.41
Ricky
W. Griffin. 2004. Manajemen. Jakarta
: Erlangga.

Bermanfaat sekali kak👍
BalasHapusTerima kasih 💕
HapusBagus materinya dan bermanfaat syekali🤩
BalasHapusSyukron ukhtii..🙂
HapusMaterinya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih
Terima kasih kembali 🙂
HapusWah kebantu banget materi Kuliah aku 😍 Lengkap.. Keep Spirit Bloger 💪 Terus Berkarya !!
BalasHapusTerima kasih, atas dukungannya😊 dan makasih sudah mampir keblog saya 🙏😇
HapusSubstansi dari materinya sangat bagus. Sangat membantu sekali 😊
BalasHapusTerima kasih pina😊
HapusMatetinya bagus, sngat membantu. Terimakasih🙏
BalasHapusTerima kasih kembali findari 🙂
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWahh. Materinya sangat membantu sekali untuk melengkapi tugas kuliah aku terimaksih yaa
BalasHapusMakasih sudah berkunjung ke blog saya 😊
HapusTerima kasih kembali🙏😇
Materinya sangat bagus sekali😍
BalasHapusTerima kasih dik ee🙏😊
HapusTerimakasih atas tulisannya, sangan membantu 😇
BalasHapusTerima kasih kembali ☺
Hapuswow, materinya lengkap ya kak. semoga bermanfaat bagi semua
BalasHapusIya dik, terima kasih 🙏😊
HapusMaterinya bagus kak, sngat membantu kak
BalasHapusTerima kasih kak..🙏🙂
HapusBermanfaat sekali kaka ��
BalasHapusTerima Kasih dik
HapusMaterinya bagus, sangat membantu dalam mengerjakan tugas
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat membantu sekali materinya kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBagus sangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusmantap kali . sama.kayak orang nya
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusMaterinya bagus sekali
BalasHapusMaterinya bagus, sangat membantu🙏
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kk
BalasHapusSangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏
BalasHapusMudah mudahan bisa diterapkan disekolah maupun di luar sana 🙏🙏
BalasHapusBagus sekali kak😊
BalasHapusNaterinya lengkap semoga bermanfaat
BalasHapusMakasih materinya kak. Bermanfaat deh
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu kak tapi klo bisa dirapikan lagi penulisannya
BalasHapusTrimakasih,, sangat mmbantu
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSngat brnfaat
BalasHapusMatetinya bagus dan menarik
BalasHapusTerimakasih infonya kk. Sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusApakah guru mempunyai peran penting dalam manajemen kelas, jelaskan ya kak... 😊
BalasHapusTerima kasih kk materinya😊
BalasHapusMaterinya sangat lengkap, bermanfaat, serta ringkas sehingga mudah dipahami kak. The best lah kak.
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapus