Senin, 26 Agustus 2019

Tugas 8 Manajemen Kelas di SD


MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang

Masalah dalam Kelas dan Upaya Pemecahannya
                                              
Oleh :
Bestary Nabilla
1520105

Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd

Kelas : VII.4 PGSD

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019




A.    Latar Belakang Masalah
Kelas merupakan suatu tempat anak belajar untuk mendapatkan ilmu, berinteraksi dengan teman serta pembentukan pribadi yang baik. Kegiatan belajar siswa yang berada di sekolah diharapkan harus intens untuk berada di kelas. Dalam lingkup kelas terdiri dari siswa yang dapat ditinjau dari cara belajar mereka, karakter siswa, hubungan sosial, kedisiplinan, tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Guru sebagai pengelola kelas, dalam perannya, guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu di organisasi.
Menurut Popi Sopiatin (2010: 48) Ada beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian dalam upaya menciptakan manajemen kelas yang efektif adalah sebagai berikut:
1.      Memulai pelajaran tepat waktu
2.      Menata Tempat duduk yang tepat dengan cara menyelaraskan antara format dan jam pelajaran
3.      Mengatasi gangguan dari luar
4.      Menetapkan aturan dan prosedur dengan jelas dan dapat di laksanakan dengan konsisten
5.      Peralihan yang mulus antar segmen pelajaran
6.      Siswa yang berbicara pada saat proses belajar mengajar berlangsung
7.      Pemberian pekerjaan rumah
8.      Mempertahankan momentum selama pelajaran
9.      Downtime, kelebihan waktu yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan tugas tugas dalam proses belajar mengajar.
10.  Mengakhiri pelajaran Suasana kelas yang kondusif dapat menghasilkan pembelajaran yang sebaik mungkin.

Manajemen kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri namun terkait dengan beberapa faktor. Permasalahan siswa merupakan masalah yang terkait langsung. Dalam hal ini, karena manajemen kelas yang dilakukan guru tidak lain untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Keakraban guru dengan siswa, tingginya kerja sama tercipta dalam bentuk interaksi. Adanya interaksi itu tentu saja bergantung pada pendekatan yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya. Pendekatan bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu memberikan perhatian, ancaman maupun kebebasan dll. Hal itu bisa dilakukan selama pelajaran berlangsung agar kondisi kelas yang tenang dapat diciptakan. 
B.     Kebijakan Penanganan Masalah dalam Kelas
Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
1.      Mengenali secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan maupun kelompok
2.      Memahami pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
3.      Memilih dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang dimaksud.
C.    Macam-Macam Permasalahan dalam Manajemen Kelas
Ada dua macam masalah pengelolaan kelas, yaitu yang bersifat perorangan atau individual dan yang bersifat kelompok. Disadari bahwa masalah perorangan atau individual dan masalah kelompok seringkali menyatu dan amat sukar dipisahkan yang satu dari yang lain. Masalah pengelolaan kelas tersebut, yaitu :
1.      Masalah Individual
Penggolongan masalah individual ini didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan. Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk merasa dirinya berguna. Jika seorang individu gagal mengembangkan rasa memiliki dan rasa dirinya berharga maka dia akan bertingkah laku menyimpang. Ada empat jenis penyimpangan tingkah laku, yaitu tingkah laku menarik perhatian orang lain, mencari kekuasaan, menuntut balas dan memperlihatkan ketidakmampuan. Keempat tingkah laku ini diurutkan makin lama makin berat. Misalnya, seorang anak yang gagal menarik perhatian orang lain boleh jadi menjadi anak yang mengejar kekuasaan.
a.       Attention getting behaviors (pola perilaku mencari perhatian).
b.      Power seeking behaviors(pola perilaku menunjukkan kekuatan/kekuasaan)
c.       Revenge seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan balas dendam).
d.      Helplessness (peragaan ketidakmampuan).
2.      Masalah Kelompok
Dikenal adanya tujuh masalah kelompok dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas:
a.       Kurangnya kekompakan
Kurangnya kekompakan kelompok ditandai dengan adanya kekurang-cocokkan (konflik) diantara para anggota kelompok. Konflik antara siswa-siswa dari kelompok yang berjenis kelamin atau bersuku berbeda termasuk kedalam kategori kekurang-kompakan ini. Dapat dibayangkan bahwa kelas yang siswa-siswa tidak kompak akan beriklim tidak sehat yang diwarnai oleh adanya konflik, ketegangan dan kekerasan. Siswa-siswa di kelas seperti ini akan merasa tidak senang dengan kelompok kelasnya sehingga mereka tidak merasa tertarik dengan kelas yang mereka duduki itu. Para siswa tidak saling bantu membantu.
b.      Kekurangmampuan mengikuti peraturan kelompok
Jika suasana kelas menunjukkan bahwa siswa-siswa tidak mematuhi aturan-aturan kelas yang telah ditetapkan, maka masalah yang kedua muncul, yaitu kekurang-mampuan mengikuti peraturan kelompok. Contoh-contoh masalah ini ialah berisik; bertingkah laku mengganggu padahal pada waktu itu semua siswa diminta tenang; berbicara keras-keras atau mengganggu kawan padahal waktu itu semua siswa diminta tenang bekerja di tempat duduknya masing-masing; dorong-mendorong atau menyela waktu antri di kafetaria dan lain-lain.
c.       Reaksi negatif terhadap sesama anggota kelompok
Reaksi negatif terhadap anggota kelompok terjadi apabila ekspresi yang bersifat kasar yang dilontarkan terhadap anggota kelompok yang tidak diterima oleh kelompok itu, anggota kelompok yang menyimpang dari aturan kelompok atau anggota kelompok yang menghambat kegiatan kelompok. Anggota kelompok dianggap “menyimpang” ini kemudian “dipaksa” oleh kelompok itu untuk mengikuti kemauan kelompok.
d.      Penerimaan kelas (kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang.
Penerimaan kelompok (kelas) atas tingkah laku yang menyimpang terjadi apabila kelompok itu mendorong timbulnya dan mendukung anggota kelompok yang bertingkah laku menyimpang dari norma-norma sosial pada umumnya. Contoh yang amat umum ialah perbuatan memperolok-olokan (memperlawakkan), misalnya membuat gambar-gambar yang “lucu” tentang guru. Jika hal ini terjadi maka masalah kelompok dan masalah perorangan telah berkembang dan masalah kelompok kelihatannya lebih perlu mendapat perhatian.
e.       Kegiatan anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan, berhenti melakukan kegiatan atau hanya meniru-niru kegiatan orang (anggota) lainnya saja.
f.       Ketiadaan semangat, tidak mau bekerja, dan tingkah laku agresif atau protes.
g.      Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan

D.    Solusi dalam Mengatasi Permasalahan Manajemen Kelas
Untuk mengatasi masalah dalam pengelolaan kelas di atas, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan,diantaranya sebagai berikut:
1.      Behavior-Modification Approach (Behaviorism Apparoach)
Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa perilaku “baik” dan “buruk” individu merupakan hasil belajar.Upaya memodifikasi perilaku dalam mengelola kelas dilakukan melalui pemberianpositive reinforcement (untuk membina perilaku positif) dan negative reinforcement (untuk mengurangi perilaku negatif). Namun demikian, dalam penggunaan reinforcement negatif seyogyanya dilakukan secara hati-hati, karena jika tidak tepat malah hanya akan menimbulkan masalah baru.
2.      Pendekatan Otoriter
Pandangan yang otoriter dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk nienciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas. Pengelolaan kelas sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa ke arah disiplin. Bila timbul masalah-masalah yang merusak ketertiban atau kedisplinan kelas, maka perlu adanya pendekatan:
a.       Perintah dan larangan
b.      Penekanan dan penguasaan
c.       Penghukuman dan pengancaman
d.      Pendekatan perintah dan larangan
3.      Pendekatan Permisif
Pendekatan yang primisif dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan pengajar yang memaksimalkan kebebasan peserta didik untuk melakukan sesuatu.Sehingga bila kebebasan ini dihalangi dapat menghambat perkembangan peserta didik. Berbagai bentuk pendekatan dalam pelaksanaan pengelolaan kelas ini banyak menyerahkan segala inisiatif dan tindakan pada diri peserta didik.
4.      Pendekatan membiarkan dan memberi kebebasan
Untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
a.       Mengenali secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan maupun kelompok;
b.      Memahami pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
c.       Memilih dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang dimaksud.



Daftar Rujukan

Arikunto dalam Sulistyorini. 2006. Manajemen Pendidikan Islam. Surabaya: eLKAF
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
H.Syafruddin nurdin, Adriantoni. 2019. Profesi Keguruan. PT Raja. Depok: Rajawali Pers.
Popi Sopiatin.2010Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Jakarta : Pustaka Utama
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

31 komentar:

  1. Sangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏

    BalasHapus
  2. Semoga guru nya bisa melakukan pengelolaan yang baik

    BalasHapus
  3. Membantu banget materiny sekaligus bermanfaat

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya kk. Sangat membantu

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat, terima kasih

    BalasHapus
  6. sangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan

    BalasHapus
  7. Sebutkan masalah terbesar guru dalam pengelolaan kelas?

    BalasHapus

Tugas 14 Manajemen Kelas di SD

TUGAS MANAJEMEN KELAS DI SD Tentang Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah           ...