MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Masalah dalam Kelas dan Upaya Pemecahannya
Oleh
:
Bestary
Nabilla
1520105
Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Kelas : VII.4 PGSD
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
A.
Latar
Belakang Masalah
Kelas merupakan suatu tempat anak
belajar untuk mendapatkan ilmu, berinteraksi dengan teman serta pembentukan
pribadi yang baik. Kegiatan belajar siswa yang berada di sekolah diharapkan
harus intens untuk berada di kelas. Dalam lingkup kelas terdiri dari siswa yang
dapat ditinjau dari cara belajar mereka, karakter siswa, hubungan sosial,
kedisiplinan, tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Guru sebagai
pengelola kelas, dalam perannya, guru hendaknya mampu mengelola kelas karena
kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan
sekolah yang perlu di organisasi.
Menurut Popi Sopiatin (2010: 48) Ada beberapa hal yang harus
mendapatkan perhatian dalam upaya menciptakan manajemen kelas yang efektif
adalah sebagai berikut:
1. Memulai
pelajaran tepat waktu
2. Menata
Tempat duduk yang tepat dengan cara menyelaraskan antara format dan jam
pelajaran
3. Mengatasi
gangguan dari luar
4. Menetapkan
aturan dan prosedur dengan jelas dan dapat di laksanakan dengan konsisten
5. Peralihan
yang mulus antar segmen pelajaran
6. Siswa
yang berbicara pada saat proses belajar mengajar berlangsung
7. Pemberian
pekerjaan rumah
8. Mempertahankan
momentum selama pelajaran
9. Downtime,
kelebihan waktu yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan tugas tugas dalam
proses belajar mengajar.
10. Mengakhiri
pelajaran Suasana kelas yang kondusif dapat menghasilkan pembelajaran yang
sebaik mungkin.
Manajemen kelas bukanlah masalah yang
berdiri sendiri namun terkait dengan beberapa faktor. Permasalahan siswa
merupakan masalah yang terkait langsung. Dalam hal ini, karena manajemen kelas
yang dilakukan guru tidak lain untuk meningkatkan semangat belajar siswa.
Keakraban guru dengan siswa, tingginya kerja sama tercipta dalam bentuk
interaksi. Adanya interaksi itu tentu saja bergantung pada pendekatan yang
dilakukan oleh guru terhadap siswanya. Pendekatan bisa dilakukan dengan
berbagai cara yaitu memberikan perhatian, ancaman maupun kebebasan dll. Hal itu
bisa dilakukan selama pelajaran berlangsung agar kondisi kelas yang tenang
dapat diciptakan.
B.
Kebijakan
Penanganan Masalah dalam Kelas
Kegiatan mengelola kelas bermaksud
menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar
itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Untuk dapat menangani masalah-masalah
pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
1. Mengenali
secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat
perorangan maupun kelompok
2. Memahami
pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
3. Memilih
dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang
dimaksud.
C.
Macam-Macam
Permasalahan dalam Manajemen Kelas
Ada dua macam masalah pengelolaan kelas,
yaitu yang bersifat perorangan atau individual dan yang bersifat kelompok.
Disadari bahwa masalah perorangan atau individual dan masalah kelompok
seringkali menyatu dan amat sukar dipisahkan yang satu dari yang lain. Masalah
pengelolaan kelas tersebut, yaitu :
1. Masalah
Individual
Penggolongan masalah individual ini
didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada
pencapaian suatu tujuan. Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk
memiliki dan untuk merasa dirinya berguna. Jika seorang individu gagal
mengembangkan rasa memiliki dan rasa dirinya berharga maka dia akan bertingkah
laku menyimpang. Ada empat jenis penyimpangan tingkah laku, yaitu tingkah laku
menarik perhatian orang lain, mencari kekuasaan, menuntut balas dan
memperlihatkan ketidakmampuan. Keempat tingkah laku ini diurutkan makin lama
makin berat. Misalnya, seorang anak yang gagal menarik perhatian orang lain
boleh jadi menjadi anak yang mengejar kekuasaan.
a. Attention
getting behaviors (pola perilaku mencari perhatian).
b. Power
seeking behaviors(pola perilaku menunjukkan kekuatan/kekuasaan)
c. Revenge
seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan balas dendam).
d. Helplessness (peragaan
ketidakmampuan).
2. Masalah
Kelompok
Dikenal adanya tujuh masalah kelompok
dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas:
a. Kurangnya
kekompakan
Kurangnya kekompakan kelompok ditandai
dengan adanya kekurang-cocokkan (konflik) diantara para anggota kelompok.
Konflik antara siswa-siswa dari kelompok yang berjenis kelamin atau bersuku
berbeda termasuk kedalam kategori kekurang-kompakan ini. Dapat dibayangkan bahwa
kelas yang siswa-siswa tidak kompak akan beriklim tidak sehat yang diwarnai
oleh adanya konflik, ketegangan dan kekerasan. Siswa-siswa di kelas seperti ini
akan merasa tidak senang dengan kelompok kelasnya sehingga mereka tidak merasa
tertarik dengan kelas yang mereka duduki itu. Para siswa tidak saling bantu
membantu.
b. Kekurangmampuan
mengikuti peraturan kelompok
Jika suasana kelas menunjukkan bahwa
siswa-siswa tidak mematuhi aturan-aturan kelas yang telah ditetapkan, maka
masalah yang kedua muncul, yaitu kekurang-mampuan mengikuti peraturan kelompok.
Contoh-contoh masalah ini ialah berisik; bertingkah laku mengganggu padahal
pada waktu itu semua siswa diminta tenang; berbicara keras-keras atau
mengganggu kawan padahal waktu itu semua siswa diminta tenang bekerja di tempat
duduknya masing-masing; dorong-mendorong atau menyela waktu antri di kafetaria
dan lain-lain.
c. Reaksi
negatif terhadap sesama anggota kelompok
Reaksi negatif terhadap anggota kelompok
terjadi apabila ekspresi yang bersifat kasar yang dilontarkan terhadap anggota
kelompok yang tidak diterima oleh kelompok itu, anggota kelompok yang
menyimpang dari aturan kelompok atau anggota kelompok yang menghambat kegiatan
kelompok. Anggota kelompok dianggap “menyimpang” ini kemudian “dipaksa” oleh kelompok
itu untuk mengikuti kemauan kelompok.
d. Penerimaan
kelas (kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang.
Penerimaan kelompok (kelas) atas tingkah
laku yang menyimpang terjadi apabila kelompok itu mendorong timbulnya dan
mendukung anggota kelompok yang bertingkah laku menyimpang dari norma-norma
sosial pada umumnya. Contoh yang amat umum ialah perbuatan memperolok-olokan
(memperlawakkan), misalnya membuat gambar-gambar yang “lucu” tentang guru. Jika
hal ini terjadi maka masalah kelompok dan masalah perorangan telah berkembang
dan masalah kelompok kelihatannya lebih perlu mendapat perhatian.
e. Kegiatan
anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan,
berhenti melakukan kegiatan atau hanya meniru-niru kegiatan orang (anggota)
lainnya saja.
f. Ketiadaan
semangat, tidak mau bekerja, dan tingkah laku agresif atau protes.
g. Ketidakmampuan
menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
D.
Solusi
dalam Mengatasi Permasalahan Manajemen Kelas
Untuk mengatasi masalah dalam
pengelolaan kelas di atas, ada beberapa pendekatan yang dapat
dilakukan,diantaranya sebagai berikut:
1.
Behavior-Modification
Approach (Behaviorism Apparoach)
Asumsi yang mendasari penggunaan
pendekatan ini adalah bahwa perilaku “baik” dan “buruk” individu merupakan
hasil belajar.Upaya memodifikasi perilaku dalam mengelola kelas dilakukan
melalui pemberianpositive reinforcement (untuk membina perilaku positif)
dan negative reinforcement (untuk mengurangi perilaku negatif). Namun
demikian, dalam penggunaan reinforcement negatif seyogyanya dilakukan secara
hati-hati, karena jika tidak tepat malah hanya akan menimbulkan masalah baru.
2.
Pendekatan
Otoriter
Pandangan yang otoriter dalam
pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk nienciptakan dan
mempertahankan ketertiban suasana kelas. Pengelolaan kelas sebagai proses untuk
mengontrol tingkah laku siswa ke arah disiplin. Bila timbul masalah-masalah
yang merusak ketertiban atau kedisplinan kelas, maka perlu adanya pendekatan:
a. Perintah
dan larangan
b. Penekanan
dan penguasaan
c. Penghukuman
dan pengancaman
d. Pendekatan
perintah dan larangan
3.
Pendekatan
Permisif
Pendekatan yang primisif dalam
pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan pengajar yang memaksimalkan
kebebasan peserta didik untuk melakukan sesuatu.Sehingga bila kebebasan ini
dihalangi dapat menghambat perkembangan peserta didik. Berbagai bentuk
pendekatan dalam pelaksanaan pengelolaan kelas ini banyak menyerahkan segala
inisiatif dan tindakan pada diri peserta didik.
4. Pendekatan
membiarkan dan memberi kebebasan
Untuk dapat menangani masalah-masalah
pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
a. Mengenali
secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat
perorangan maupun kelompok;
b. Memahami
pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
c. Memilih
dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang
dimaksud.
Daftar Rujukan
Arikunto dalam
Sulistyorini. 2006. Manajemen Pendidikan
Islam. Surabaya: eLKAF
Djamarah, Syaiful
Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik
dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
H.Syafruddin nurdin,
Adriantoni. 2019. Profesi Keguruan. PT
Raja. Depok: Rajawali Pers.
Popi Sopiatin.2010. Manajemen Belajar Berbasis
Kepuasan Siswa. Jakarta : Pustaka Utama
Rachman, Maman.
1998. Manajemen Kelas. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi.

Bgus
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusMembantu sekali kak materi ya
BalasHapusMaterinya menambah wawasan👍
BalasHapusbagus dan berman faat
BalasHapusTerima kasih,sangat membantu
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusBagus sekali kak👍👍
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusMaterinya bagus sekali
BalasHapusMaterinya bagus, sangat membantu🙏
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏
BalasHapusSemoga guru nya bisa melakukan pengelolaan yang baik
BalasHapusSangat bagus Dan bermanfaat
BalasHapusMembantu banget materiny sekaligus bermanfaat
BalasHapusMakasih😊
BalasHapusTrimakasih,, sangat mmbantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSngat brnfaat
BalasHapusMayerinya lengkap
BalasHapusTerimakasih infonya kk. Sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusSebutkan masalah terbesar guru dalam pengelolaan kelas?
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kk
BalasHapusBagus kak. .Lengkap sekali
BalasHapusbaguss
BalasHapus