TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Aspek, Fungsi dan Faktor Manajemen
Kelas
Oleh
:
Bestary
Nabilla
1520105
Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Kelas : VII.4 PGSD
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
A. Aspek
Manajemen Kelas
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan
dalam manajemen kelas yang baik adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas,
situasi kelas, tindakan efektif dan kreatif. Menurut (Maman Rachman : 1999)
kegiatan manajemen kelas sebagai aspek manajemen kelas di SD, yaitu:
1. Mengecek
kehadiran siswa
2. Mengumpulkan
hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan
3.
Pendistribusian bahan dan alat
4. Mengumpulkan
informasi dari siswa
5.
Mencatat data
6.
Pemeliharaan arsip
7. Menyampaikan materi pembelajaran
7. Menyampaikan materi pembelajaran
8.
Memberikan tugas / PR
Menurut Lois
V. Johnson dan May any mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam
pengelolaan kelas:
1.
Sifat-sifat kelas
2. Kekuatan pendorong kekuatan kelas
3.
Memahami situasi kelas
4.
Mendiagnosis situasi kelas
5.
Bertindak selektif
6.
Bertindak kreatif
7. Untuk memperbaiki kondisi kelas
Menurut
Oemar Mark ada 7 aspek yang melalui fungsi berbeda dalam proses belajar
mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat, yaitu:
1.
Aspek tujuan instruksional
2.
Aspek materi pelajaran
3.
Aspek metode dan strategi pembelajaran
4.
Aspek ketenagaan
5.
Aspek media instruksional
6.
Aspek penilaian
7.
Aspek penunjang fasilitas
B. Fungsi Manajemen Kelas
Secara umum, fungsi manajemen kelas
ditinjau dari analisis masalah adalah sebagai berikut:
1.
Memberi dan melengkapi
fasilitas untuk segala tugas; berarti bahwa aspek manajemen kelas yang
dihadirkan bisa membantu tugas guru untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik.
2. Memelihara agar tugas-tugas guru dapat berjalan
dengan lancar; ini menunjukkan bahwa aspek manajemen kelas dapat
diklasifikasikan bentuk-bentuk tugas tertentu.
Fungsi diatas dapat
dijabarkan menjadi beberapa tugas yang harus dilakukan guru dalam kegiatan
manajemen kelas, yang meliputi:
1.
Membantu kelompok dalam
membagi tugas
2.
Membantu pembentukan
kelompok
3.
Membantu kerja sama
dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi
4.
Membantu individu agar
dapat bekerja sama dalam kelompok atau kelas
5.
Membantu prosedur kerja
6. Mengubah kondisi kelas
Dengan demikian,
manajemen kelas pada akhirnya bermuara pada pengaturan peserta didik, dan
produk-produk yang dihasilkan dalam manajemen kelas harus sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Kelas
Berhasilnya
manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Faktor- faktor tersebut melakat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga
dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio-emosional) yang melekat pada guru.
Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, ada beberapa faktor yang
mempengaruhinya antara lain:
1.
Kondisi fisik
Lingkungan fisik yang menguntungkan dan
memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran
dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan
fisik yang dimaksud meliputi:
a. ruangan
tempat belajar
b.
pengaturan tempat duduk.
c.
ventilasi dan pengaturan cahaya suhu
d.
pengaturan penyimpanan barang-barang
Kondisi lingkungan fisik tempat belajar memberikan
pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat menciptakan lingkungan
yang membantu perkembangan pendidikan peserta didik. Ruang tempat
berlangsungnya pembelajaran ; ruang kelas, ruang laboratorium, ruang serbaguna/
aula, pengaturan tempat duduk, pola berderet atau berbaris-belajar, pola susun
berkelompok, pola formasi tapal kuda, pola lingkaran atau persegi, ventilasi
dan pengaturan cahaya, pengaturan penyimpanan barang- barang.
2.
Kondisi Sosio Emosional
Kondisi sosio emosional dalam kelas akan mempunyai
pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa
dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio - emosional
tersebut meliputi:
a.
Tipe kepemimpinan
Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai
suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya
secara demokratis, laisez faire atau demokratis. Kesemuanya itu memberikan
dampak kepada peserta didik.
b.
Sikap guru
Sikap guru
dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar,
dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat
diperbaiki. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan
kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya.
c.
Suara guru
Suara guru,
walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar
mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau malah
terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh s iswa
akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan sehingga pelajaran
cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas
dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks cenderung akan
mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya
bervariasi agar tidak membosankan siswa.
d.
Pembinaan
hubungan baik (raport)
Pembinaan hubungan baik (raport) antara guru dan siswa
dalam masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan
terciptanya hubungan baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira,
penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, relaistik dalam kegiatan
belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada
dirinya.
Kondisi sosio - emosional akan
mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar,
kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran. Sikap guru,
sikap yang diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan
mempengaruhi mod anak, apakah anak merasa tertarik dengan sikap guru atau malah
tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru, bapak/ibu, kakak, orang
dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal yang paling baik
diperlihatkan. Pembinaan hubungan baik, hubungan antara guru dengan murid harus
dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks belajar mengajar
dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun sifat-sifat
kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan aman
berhubungan seperti dengan ibu dan bapaknya dirumah.
3.
Kondisi Organisasional
Kegiatan
rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat
sekolah akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan rutin
yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa
secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan tertanamnya
pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. Kegiatan rutinitas tersebut anatar
lain:
a. Pergantian
pelajaran
b. Guru
berhalangan hadir
c. Masalah
antar siswa
d. Upacara
bendera
e. Kegiatan
lain
Pertanyaan saat diskusi:
1.
Gintan mutiara
Apakah semua aspek manajemen kelas
harus dipenuhi dan apakah harus berurutan sesuai dengan susunannya?
2.
Sisy angrayeni
Tipe kepemimpinan manakah yang cocok
digunakan dalam pengajaran saat ini?
3.
Hendra saputra
Bagaimana sikap kita sebagai calon guru menanggapi
siswa yang bermasalah dan menganggap enteng kita karna kita terkenal sabar?
Jawaban :
1. Semua aspek
dalam manajemen kelas harus dipenuhi karna akan rumpang bila tidak dipenuhi. Sedangkan
urutannya sebaiknya dilakukan secara berurutan agar proses pembelajaran
berjalan lancar. Mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
2. Tipe kepemimpinan
yang cocok dalam pengajaran adalah demokratis. Karena tipe kepemimpinan ini
lebih terbuka, maksudnya kita sebagai guru sebaliknya menjadikan peserta didik
sebagai teman dalam belajar, sehingga peserta didik merasa senang dalam
belajar.
3. Sebagai calon
guru kita sebaiknya mencari tahu dulu apa masalah yang sedang dihadapi oleh
peserta didik. Kita menanyakan kepada anak langsung dan mengajaknya bicara
secara langsung mendiskusikan permasalahan yang sedang dihadapi.
Daftar Rujukan
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta : Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Sangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bagus materinya kak
BalasHapusBagus materinya bisa menambah wawasan
BalasHapusBagus sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusMaterinya bagus sekali
BalasHapusMaterinya bagus, sangat membantu🙏
BalasHapusSangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏
BalasHapusMaterinya bagus dan murah untuk ditampilkan di halaman sekolah ..
BalasHapusBagus Sekali kak..👍
BalasHapusBagus sekali materinya kak
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusVery good
BalasHapusTrimakasih,, sangat mmbantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSngat brnfaat
BalasHapusTulisnya rapi dan materinya bagus
BalasHapusTerimakasih infonya kk. Sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusBagaimanakah sikap guru agar siswa termotivasi dalam belajar?
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bagus kk
BalasHapusMaterinya sangat mudah dipahami kak.
BalasHapus