Kamis, 22 Agustus 2019

Tugas 4 Manajemen Kelas di SD


TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Aspek, Fungsi dan Faktor Manajemen Kelas

                                                                                                     
Oleh :
Bestary Nabilla
1520105

Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd

Kelas : VII.4 PGSD

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019

         A.       Aspek Manajemen Kelas
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas yang baik adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan efektif dan kreatif. Menurut (Maman Rachman : 1999) kegiatan manajemen kelas sebagai aspek manajemen kelas di SD, yaitu:
1.      Mengecek kehadiran siswa
2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan
3.      Pendistribusian bahan dan alat
4.      Mengumpulkan informasi dari siswa
5.      Mencatat data
6.      Pemeliharaan arsip
7.   Menyampaikan materi pembelajaran
8.      Memberikan tugas / PR
Menurut Lois V. Johnson dan May any mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas:
1.      Sifat-sifat kelas
2.     Kekuatan pendorong kekuatan kelas
3.      Memahami situasi kelas
4.      Mendiagnosis situasi kelas
5.      Bertindak selektif
6.      Bertindak kreatif
7. Untuk memperbaiki kondisi kelas
Menurut Oemar Mark ada 7 aspek yang melalui fungsi berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat, yaitu:
1.      Aspek tujuan instruksional
2.      Aspek materi pelajaran
3.      Aspek metode dan strategi pembelajaran
4.      Aspek ketenagaan
5.      Aspek media instruksional
6.      Aspek penilaian
7.      Aspek penunjang fasilitas
       B.     Fungsi Manajemen Kelas
Secara umum, fungsi manajemen kelas ditinjau dari analisis masalah adalah sebagai berikut:
1.      Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala tugas; berarti bahwa aspek manajemen kelas yang dihadirkan bisa membantu tugas guru untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik.
2.      Memelihara agar  tugas-tugas guru dapat berjalan dengan lancar; ini menunjukkan bahwa aspek manajemen kelas dapat diklasifikasikan bentuk-bentuk tugas tertentu.
Fungsi diatas dapat dijabarkan menjadi beberapa tugas yang harus dilakukan guru dalam kegiatan manajemen kelas, yang meliputi:
1.      Membantu kelompok dalam membagi tugas
2.      Membantu pembentukan kelompok
3.      Membantu kerja sama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi
4.      Membantu individu agar dapat bekerja sama dalam kelompok atau kelas
5.      Membantu prosedur kerja
6.      Mengubah kondisi kelas
Dengan demikian, manajemen kelas pada akhirnya bermuara pada pengaturan peserta didik, dan produk-produk yang dihasilkan dalam manajemen kelas harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
          C.   Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Kelas
Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor- faktor tersebut melakat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio-emosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain:
1.      Kondisi fisik
Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.       ruangan tempat belajar
b.      pengaturan tempat duduk.
c.       ventilasi dan pengaturan cahaya suhu
d.      pengaturan penyimpanan barang-barang
              
Kondisi lingkungan fisik tempat belajar memberikan pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat menciptakan lingkungan yang membantu perkembangan pendidikan peserta didik. Ruang tempat berlangsungnya pembelajaran ; ruang kelas, ruang laboratorium, ruang serbaguna/ aula, pengaturan tempat duduk, pola berderet atau berbaris-belajar, pola susun berkelompok, pola formasi tapal kuda, pola lingkaran atau persegi, ventilasi dan pengaturan cahaya, pengaturan penyimpanan barang- barang.
2.       Kondisi Sosio Emosional
Kondisi sosio emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio - emosional tersebut meliputi:
a.       Tipe kepemimpinan
Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis, laisez faire atau demokratis. Kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik.
b.      Sikap guru
Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya.
c.       Suara guru
Suara guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau malah terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh s       iswa akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks cenderung akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak membosankan siswa.
d.       Pembinaan hubungan baik (raport)
Pembinaan hubungan baik (raport) antara guru dan siswa dalam masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.

Kondisi sosio - emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran. Sikap guru, sikap yang diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan mempengaruhi mod anak, apakah anak merasa tertarik dengan sikap guru atau malah tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru, bapak/ibu, kakak, orang dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal yang paling baik diperlihatkan. Pembinaan hubungan baik, hubungan antara guru dengan murid harus dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks belajar mengajar dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun sifat-sifat kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan aman berhubungan seperti dengan ibu dan bapaknya dirumah.
3.      Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan tertanamnya pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. Kegiatan rutinitas tersebut anatar lain:
a.       Pergantian pelajaran
b.      Guru berhalangan hadir
c.       Masalah antar siswa
d.      Upacara bendera
e.       Kegiatan lain

Pertanyaan saat diskusi:
1.      Gintan mutiara
Apakah semua aspek manajemen kelas harus dipenuhi dan apakah harus berurutan sesuai dengan susunannya?
2.      Sisy angrayeni
Tipe kepemimpinan manakah yang cocok digunakan dalam pengajaran saat ini?
3.      Hendra saputra
Bagaimana sikap kita sebagai calon guru menanggapi siswa yang bermasalah dan menganggap enteng kita karna kita terkenal sabar?
Jawaban :
1.      Semua aspek dalam manajemen kelas harus dipenuhi karna akan rumpang bila tidak dipenuhi. Sedangkan urutannya sebaiknya dilakukan secara berurutan agar proses pembelajaran berjalan lancar. Mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
2.      Tipe kepemimpinan yang cocok dalam pengajaran adalah demokratis. Karena tipe kepemimpinan ini lebih terbuka, maksudnya kita sebagai guru sebaliknya menjadikan peserta didik sebagai teman dalam belajar, sehingga peserta didik merasa senang dalam belajar.
3.      Sebagai calon guru kita sebaiknya mencari tahu dulu apa masalah yang sedang dihadapi oleh peserta didik. Kita menanyakan kepada anak langsung dan mengajaknya bicara secara langsung mendiskusikan permasalahan yang sedang dihadapi.


Daftar Rujukan
        Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta : Departemen Pendidikan dan         Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.


29 komentar:

  1. Bagus materinya bisa menambah wawasan

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏

    BalasHapus
  3. Materinya bagus dan murah untuk ditampilkan di halaman sekolah ..

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya kk. Sangat membantu

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat, terima kasih

    BalasHapus
  6. sangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan

    BalasHapus
  7. Bagaimanakah sikap guru agar siswa termotivasi dalam belajar?

    BalasHapus
  8. Materinya sangat mudah dipahami kak.

    BalasHapus

Tugas 14 Manajemen Kelas di SD

TUGAS MANAJEMEN KELAS DI SD Tentang Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah           ...