Kamis, 22 Agustus 2019

Tugas 5 Manajemen Kelas di SD


TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang

Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
                          
Oleh :
Bestary Nabilla
1520105

Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd

Kelas : VII.4 PGSD

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019

      A.    Pengertian Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Pengelolaan kelas secara umum adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan pengelolaan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Sedangkan pengertian pengelolaan kelas (classroom management) berdasarkan pendekatannya menurut weber (1977) diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
1.      Berdasarkan pendekatan otoriter (authority approach), pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa. Guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat. Otoritas guru tidak sepenuhnya, guru memang mempunyai hak kekuasaan, namun ada pemegang kekuasaan di atas guru misalnya kepala sekolah, dan lain-lain.
2.      Berdasarkan pendekatan permisif (permissive approach), pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan kepada siswa dalam melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Fungsi guru adalah menciptakan kondisi siswa agar merasa aman untuk melakukan aktifitas di dalam kelas.
3.      Berdasarkan pendekatan modifikasi tingkah laku, pengelolaan kelas adalah upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi perubahan perilaku yang bersifat positif dari siswa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.
     B.     Macam-Macam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Keterampilan dalam mengelola kelas dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:
1.      Preventif, keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
2.      Represif, keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal.
Pada keterampilan preventif, berkaitan dengan kemampuan guru didalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut yaitu:
a.       Sikap tanggap
Seorang guru memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku yang muncul pada siswa dan memberikan tanggapan-tanggapanatas perilaku tersebut dengan maksud tidak menyudutkan kondisi siswa, perasaan tertekan dan memunculkan perilaku susulan yang kurang baik. Komponen ini ditunjukan oleh tingkah laku guru bahwa ia hadir berasama mereka. Guru tahu kegiatan mereka, tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian, tahu yang mereka kerjakan. Seolah-olah mata guru ada di belakang kepala, sehingga guru dapat menegur anak didik  walaupun guru sedang menulis di papan tulis. Sikap ini dapat dilakukan dengan cara:
1)      Memandang secara seksama
2)      Gerak  mendekati
3)      Memberi pernyataan
4)      Memberi reaksi terhadap gangguan dan ketakacuhan
b.      Membagi perhatian
Kelas diisi oleh sejumlah orang (siswa) yang memiliki keterbatasan-keterbatasan yang berbeda-beda yang membutuhkan bantuan dan pertolongan  dari guru. perhatian guru tidak hanya terfokus pada satu orang atau satu kelompok tertentu yang dapat menimbulkan kecemburuan, tapi perhatian harus terbagi dengan merata kepada setiap anak yang ada di dalam kelas juga harus mampu membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama agar pengelolaan kelas menjadi efektif. Membagi perhatian dapat dilakukan dengan cara:
1)      Visual
2)      Verbal
c.       Pemusataan perhatian kelompok
Munculnya kelompok informal di kelas atau pengelompokan karena disengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan. Maka guru harus bisa mengambil inisiatif dan mempertahankan perhatian anak didik dan memberitahukan (dapat dengan tanda-tanda) bahwa ia bekerja sama dengan kelompok atau subkelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang. Untuk itu ada beberapa hal yang dapat guru lakukan, yaitu:
1)      Memberi tanda
2)      Pertanggungan jawab
3)      Pengarahan dan petunjuk yang jelas
4)      Penghentian
5)      Penguatan
6)      Kelancaran (smoothnees)
7)      Kecepatan (Pacing)
d.      Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas
Mengarahkan kelompok kedalam pusat perhatian seperti dijelaskan diatas, juga memudahkan anak menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya maka tugas guru adalah memaparkan setiap pelaksanaan tugas-tugas tersebut sebagai petunjuk pelaksanaan yang harus dilaksanakan anak secara bertahap dan jelas.
e.       Menegur
Permasalahan bisa terjadi dalam hubungannya antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Permasalahan dalam hubungan tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran, sehingga guru sebagai pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran yang sesuai dengan tugas dan perkembangan siswa. Sifat dari teguran bukan dari hal yang memberikan efek  penyerta yang menimbulkan ketakutan pada siswa tapi bagaimana siswa bisa tahu dengan kesalahan yang dilakukannya .
f.       Memberi penguatan
Penguatan adalah upaya yang diarahkan agar prestasi yang dicapai dan perilaku-perilaku yang baik dan dipertahankan oleh siswa atau bahkan mungkin ditingkatkan atau dapat ditularkan kesiswa lainnya. Strategi yang dapat dilakukan yaitu:
1)      modifikasi tingkah laku
2)      pengelolaan kelompok
3)      menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
     C.    Permasalahan dalam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
1.      Campur tangan yang berlebih (teachers instruction)
Apabila guru menyela kegiatan yang sedang asyik berlangsung dengan komentar, pertanyaan, atau petunjuk yang mendadak, kegiatan itu akan terganggu atau  terputus. Hal ini akan memberi kesan kepada siswa bahwa guru tidak memperhatikan keterlibatan dan kebutuhan anak.
2.      Kelenyapan (fade away)
Hal ini terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu instruksi, penjelasan, petunjuk, atau komentar, dan kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alasan yang jelas. Juga dapat terjadi dalam bentuk waktu diam yang terlalu lama, kehilangan akal, atau melupakan langkah-langkah dalam pelajaran. Akibatnya ialah membiarkan pikiran siswa mengawang-awang, melantur, dan mengganggu keefektifan serta kelancaran pelajaran.
3.      Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan (stops and stars)
Hal ini dapat terjadi bila guru memulai suatu aktivitas tanpa mengetahui aktivitas sebelumnya menghentikan kegiatan pertama,memulai yang kedua, kemudian kembali kepada kegiatan yang pertama lagi. Dengan demikian guru tidak dapat mengendalikan situasi kelas dan akhirnya mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
4.      Penyimpangan (digression)
Akibat guru terlalu asyik dalam susatu kegiatan atau bahkan tertentu memungkinkan ia dapat menyimpang. Penyimpangan tersebut dapat mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
5.      Bertele-tele (overdweiling)
Kesalahan ini terjadi bila pembicaraan guru bersifat mengulang-ulang hal-hal tertentu, memperpanjang keterangan atau penjelasan, mengubah teguran sederhana menjadi ocehan atau kupasan yang panjang.

                        Pertanyaan saat diskusi:
1.      Resty tri wahyuni suci
Bagaimana cara kita sebagai guru membagi perhatian kepada peserta didik?
2.      Yulastri aroza
Bagaimana cara menghadapi peserta didik yang penakut dan pemalu saat tampil dan cara menumbuhkan keberanian kepada peserta didik tersebut ?
3.      Tri putri lestari
Bagaimana cara pemecahan masalah dalam aspek belajar pada peserta didik?
                        Jawaban:
1.      Kita harus bisa mengkondisikan semua peserta didik dengan demikian, kita bisa memperhatikan semua peserta didik. Dalam hal membagi perhatian kepada peserta didik kita tidak boleh memfokuskan hanya beberapa peserta didik saja, tapi kita harus memahami semua karakter peserta didik kita.
2.      Dengan cara membuat peserta didik tersebut berlatih dalam menumbuhkan keberanian pada dirinya. Memberikan peserta didik tersebut sebuah tanggung jawab misalnya, menjadikan dia sebagai ketua kelas atau perangkat kelas.
3.      Dengan cara memahami peserta didik dalam aspek belajar, kita harus memahami semua kemampuan peserta didik kita. Apalagi kalau ada yag kurang dalam memahami pembelajaran kita sebagai guru harus mengadakan remedial terhadap peserta didik tersebut atau memberi pembelajaran khusus selesai pembelajaran.

Daftar Rujukan
Asril, Zainal. 2010. Micro teaching. Padang : PT. Raja Grafindo Persada
Bahri Djamara, Syaiful dan Zain, Aswan. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Rumana, Ade. 2006. Pengelolaan Kelas. Bandung : UPI Press
Sartika, Dewi. 2014. Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas. Jambi : Universitas Jambi.

28 komentar:

  1. Sangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏

    BalasHapus
  2. Semoga gurunya bisa menerapkan sistem ini disekolah ya 😊

    BalasHapus
  3. Materinya Sangat membantu kak.. 🤩

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya kk. Sangat membantu

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat, terima kasih

    BalasHapus
  6. sangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan

    BalasHapus
  7. Materinya lengkap dan ringkas kak

    BalasHapus

Tugas 14 Manajemen Kelas di SD

TUGAS MANAJEMEN KELAS DI SD Tentang Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah           ...