TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Oleh
:
Bestary
Nabilla
1520105
Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Kelas : VII.4 PGSD
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
A. Pengertian Komponen Keterampilan
Manajemen Kelas
Pengelolaan
kelas secara umum adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan pengelolaan
pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Sedangkan pengertian pengelolaan
kelas (classroom management) berdasarkan pendekatannya menurut weber (1977)
diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
1.
Berdasarkan
pendekatan otoriter (authority approach), pengelolaan kelas adalah kegiatan
guru untuk mengontrol tingkah laku siswa. Guru berperan menciptakan dan
memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat. Otoritas guru
tidak sepenuhnya, guru memang mempunyai hak kekuasaan, namun ada pemegang
kekuasaan di atas guru misalnya kepala sekolah, dan lain-lain.
2.
Berdasarkan
pendekatan permisif (permissive approach), pengelolaan kelas adalah upaya yang
dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan kepada siswa dalam melakukan
berbagai aktifitas sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Fungsi guru adalah
menciptakan kondisi siswa agar merasa aman untuk melakukan aktifitas di dalam
kelas.
3.
Berdasarkan
pendekatan modifikasi tingkah laku, pengelolaan kelas adalah upaya untuk
mengembangkan dan memfasilitasi perubahan perilaku yang bersifat positif dari
siswa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki
perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.
B. Macam-Macam Komponen Keterampilan
Manajemen Kelas
Keterampilan
dalam mengelola kelas dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:
1.
Preventif,
keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar
yang optimal.
2.
Represif,
keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal.
Pada
keterampilan preventif, berkaitan dengan kemampuan guru didalam mengambil
inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan
dengan hal tersebut yaitu:
a.
Sikap tanggap
Seorang guru
memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku yang muncul pada siswa
dan memberikan tanggapan-tanggapanatas perilaku tersebut dengan maksud tidak
menyudutkan kondisi siswa, perasaan tertekan dan memunculkan perilaku susulan
yang kurang baik. Komponen ini ditunjukan oleh tingkah laku guru bahwa ia hadir
berasama mereka. Guru tahu kegiatan mereka, tahu ada perhatian atau tidak ada
perhatian, tahu yang mereka kerjakan. Seolah-olah mata guru ada di belakang
kepala, sehingga guru dapat menegur anak didik walaupun guru sedang menulis
di papan tulis. Sikap ini dapat dilakukan dengan cara:
1)
Memandang secara
seksama
2)
Gerak
mendekati
3)
Memberi
pernyataan
4)
Memberi reaksi
terhadap gangguan dan ketakacuhan
b.
Membagi
perhatian
Kelas diisi oleh
sejumlah orang (siswa) yang memiliki keterbatasan-keterbatasan yang
berbeda-beda yang membutuhkan bantuan dan pertolongan dari guru.
perhatian guru tidak hanya terfokus pada satu orang atau satu kelompok tertentu
yang dapat menimbulkan kecemburuan, tapi perhatian harus terbagi dengan merata
kepada setiap anak yang ada di dalam kelas juga harus mampu membagi
perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama
agar pengelolaan kelas menjadi efektif. Membagi perhatian dapat dilakukan
dengan cara:
1)
Visual
2)
Verbal
c.
Pemusataan
perhatian kelompok
Munculnya
kelompok informal di kelas atau pengelompokan karena disengaja oleh guru dalam
kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan
perilakunya, terutama ketika kelompok perhatiannya harus terpusat pada tugas
yang harus diselesaikan. Maka guru harus bisa mengambil inisiatif dan mempertahankan
perhatian anak didik dan memberitahukan (dapat dengan tanda-tanda) bahwa ia
bekerja sama dengan kelompok atau subkelompok yang terdiri dari tiga sampai
empat orang. Untuk itu ada beberapa hal yang dapat guru lakukan, yaitu:
1)
Memberi tanda
2)
Pertanggungan
jawab
3)
Pengarahan dan
petunjuk yang jelas
4)
Penghentian
5)
Penguatan
6)
Kelancaran
(smoothnees)
7)
Kecepatan
(Pacing)
d.
Memberikan
petunjuk-petunjuk yang jelas
Mengarahkan
kelompok kedalam pusat perhatian seperti dijelaskan diatas, juga memudahkan
anak menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya maka tugas guru adalah
memaparkan setiap pelaksanaan tugas-tugas tersebut sebagai petunjuk pelaksanaan
yang harus dilaksanakan anak secara bertahap dan jelas.
e.
Menegur
Permasalahan
bisa terjadi dalam hubungannya antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.
Permasalahan dalam hubungan tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran, sehingga
guru sebagai pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran yang sesuai
dengan tugas dan perkembangan siswa. Sifat dari teguran bukan dari hal yang
memberikan efek penyerta yang menimbulkan ketakutan pada siswa tapi
bagaimana siswa bisa tahu dengan kesalahan yang dilakukannya .
f.
Memberi
penguatan
Penguatan adalah
upaya yang diarahkan agar prestasi yang dicapai dan perilaku-perilaku yang baik
dan dipertahankan oleh siswa atau bahkan mungkin ditingkatkan atau dapat
ditularkan kesiswa lainnya. Strategi yang dapat dilakukan yaitu:
1)
modifikasi
tingkah laku
2)
pengelolaan
kelompok
3)
menemukan dan
memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
C. Permasalahan dalam Komponen
Keterampilan Manajemen Kelas
1. Campur
tangan yang berlebih (teachers
instruction)
Apabila
guru menyela kegiatan yang sedang asyik berlangsung dengan komentar,
pertanyaan, atau petunjuk yang mendadak, kegiatan itu akan terganggu atau terputus. Hal ini akan memberi kesan kepada
siswa bahwa guru tidak memperhatikan keterlibatan dan kebutuhan anak.
2. Kelenyapan
(fade away)
Hal
ini terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu instruksi,
penjelasan, petunjuk, atau komentar, dan kemudian menghentikan penjelasan atau
sajian tanpa alasan yang jelas. Juga dapat terjadi dalam bentuk waktu diam yang
terlalu lama, kehilangan akal, atau melupakan langkah-langkah dalam pelajaran. Akibatnya
ialah membiarkan pikiran siswa mengawang-awang, melantur, dan mengganggu
keefektifan serta kelancaran pelajaran.
3. Ketidaktepatan
memulai dan mengakhiri kegiatan (stops
and stars)
Hal
ini dapat terjadi bila guru memulai suatu aktivitas tanpa mengetahui aktivitas
sebelumnya menghentikan kegiatan pertama,memulai yang kedua, kemudian kembali
kepada kegiatan yang pertama lagi. Dengan demikian guru tidak dapat
mengendalikan situasi kelas dan akhirnya mengganggu kelancaran kegiatan belajar
siswa.
4. Penyimpangan
(digression)
Akibat guru terlalu asyik dalam susatu
kegiatan atau bahkan tertentu memungkinkan ia dapat menyimpang. Penyimpangan tersebut
dapat mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
5. Bertele-tele
(overdweiling)
Kesalahan ini terjadi bila pembicaraan
guru bersifat mengulang-ulang hal-hal tertentu, memperpanjang keterangan atau
penjelasan, mengubah teguran sederhana menjadi ocehan atau kupasan yang
panjang.
Pertanyaan saat diskusi:
1. Resty
tri wahyuni suci
Bagaimana cara kita
sebagai guru membagi perhatian kepada peserta didik?
2. Yulastri
aroza
Bagaimana cara
menghadapi peserta didik yang penakut dan pemalu saat tampil dan cara
menumbuhkan keberanian kepada peserta didik tersebut ?
3. Tri
putri lestari
Bagaimana cara pemecahan masalah
dalam aspek belajar pada peserta didik?
Jawaban:
1. Kita
harus bisa mengkondisikan semua peserta didik dengan demikian, kita bisa
memperhatikan semua peserta didik. Dalam hal membagi perhatian kepada peserta
didik kita tidak boleh memfokuskan hanya beberapa peserta didik saja, tapi kita
harus memahami semua karakter peserta didik kita.
2. Dengan
cara membuat peserta didik tersebut berlatih dalam menumbuhkan keberanian pada
dirinya. Memberikan peserta didik tersebut sebuah tanggung jawab misalnya,
menjadikan dia sebagai ketua kelas atau perangkat kelas.
3. Dengan
cara memahami peserta didik dalam aspek belajar, kita harus memahami semua
kemampuan peserta didik kita. Apalagi kalau ada yag kurang dalam memahami
pembelajaran kita sebagai guru harus mengadakan remedial terhadap peserta didik
tersebut atau memberi pembelajaran khusus selesai pembelajaran.
Daftar Rujukan
Asril,
Zainal. 2010. Micro teaching. Padang
: PT. Raja Grafindo Persada
Bahri
Djamara, Syaiful dan Zain, Aswan. 2006. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Rumana,
Ade. 2006. Pengelolaan Kelas. Bandung
: UPI Press
Sartika,
Dewi. 2014. Peran Guru dalam Pengelolaan
Kelas. Jambi : Universitas Jambi.

Sangat bermanfaat kak
BalasHapusBagus sekali materinya kak
BalasHapusMaterinya menambah wawasan👍
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapus💡sumber ilmu
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusMaterinya bagus sekali
BalasHapusMaterinya bagus, sangat membantu🙏
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat bagi saya pribadi kak, dan semoga pembaca lainnya dapat menerapkan pembahasan dari blog ini🙏
BalasHapusSemoga gurunya bisa menerapkan sistem ini disekolah ya 😊
BalasHapusMaterinya Sangat membantu kak.. 🤩
BalasHapusSuka banget,bermanfaat sekalj
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTrimakasih,, sangat mmbantu
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSngat brnfaat
BalasHapusTerima kasih sngat membantu
BalasHapusTerimakasih infonya kk. Sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusTerimakasih😊
Sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu sekali kk
BalasHapusMaterinya lengkap dan ringkas kak
BalasHapus